Gubernur BI Paparkan 5 Faktor Kunci Majukan Keuangan Syariah

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjelaskan lima faktor kunci untuk membangun kemajuan pasar keuangan syariah.
Pertama, inovasi produk keuangan syariah harus melampaui instrumen utama seperti sukuk, takaful, dan wakaf, mengarah pada diversifikasi produk, termasuk penerbitan Green Sukuk yang selaras dengan keuangan berkelanjutan.
“Indonesia sebagai salah satu penerbit terbesar sukuk kini memanfaatkan Green Sukuk untuk mendukung ekonomi hijau,” jelas Perry di sela seminar kolaboratif Bank Indonesia dengan Islamic International Liquidity Management (IILM) dan Islamic Financial Services Board (IFSB) bertajuk “Future Development of Product Innovation and Liquidity Management in the Islamic Financial Services Industry”, Jumat (1/11/2024).
Baca Juga: BI Ungkap 5 Strategi Utama Digitalisasi Industri Halal
Faktor kedua, lanjut Perry, adalah akselerasi digitalisasi di pasar keuangan syariah. Transformasi ini meliputi integrasi teknologi dalam layanan keuangan syariah yang memungkinkan akses dan inklusi keuangan yang lebih luas, seperti penggunaan fintech syariah dan solusi pembayaran digital.
Ketiga, integrasi jasa sistem keuangan syariah wholesale dan ritel, yang memungkinkan kolaborasi seluruh lembaga keuangan syariah, termasuk asuransi dan lembaga sosial finance, guna memperkuat interkoneksi dan stabilitas keuangan.
Pada forum ini, hadir pula diskusi yang mendalami pengembangan instrumen keuangan syariah berkelanjutan, mengacu pada data yang menunjukkan peningkatan permintaan atas instrumen Green Sukuk dan Environmental, Social, Governance (ESG).
Lebih jauh, forum yang diadakan dalam rangka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024 ini juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan untuk mendorong inovasi produk dan memperkuat strategi pengelolaan likuiditas di pasar keuangan syariah.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan bank sentral dari berbagai negara seperti UAE, perwakilan dari The Fed, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta para pelaku industri dari lembaga keuangan syariah. Forum internasional ini menjadi wadah bagi Indonesia untuk memperkuat perannya dalam pasar keuangan syariah skala global dan memastikan keuangan syariah mampu berkontribusi dalam mencapai tujuan ekonomi berkelanjutan.
Melalui pengembangan produk yang inovatif, digitalisasi keuangan, serta manajemen likuiditas yang matang, keuangan syariah Indonesia diharapkan dapat semakin kompetitif di pasar global, sekaligus menjadi contoh keberhasilan integrasi prinsip syariah dalam mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 9Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Ingatkan Pentingnya Kekompakan dan Kerja Nyata
- 10Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat









