Cegah Korupsi Pengadaan, Menteri Ara Buka Akses Data untuk LKPP

AKURAT.CO Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait membuka akses data, anggaran, prosedur, hingga kondisi fisik pelaksanaan program di kementeriannya kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah, termasuk dalam mendukung pelaksanaan program perumahan nasional.
Maruarar menegaskan, keterbukaan tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki sistem pengadaan agar berjalan transparan, bebas dari korupsi, serta menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan tepat sasaran.
Baca Juga: 2 Tahun Menjabat Menteri, Maruarar Sebut Pegawai Kementerian PKP Bertambah Jadi Hampir 4.000 Orang
"Kami sangat terbuka. Mulai hari ini, kami memberikan akses terhadap apa pun yang diperlukan, baik prosedur, data, anggaran, maupun kondisi fisik di lapangan. Kami ingin menjadikan Kementerian PKP sebagai tempat agar niat baik dalam memperbaiki pengadaan dapat dilaksanakan sepenuhnya," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Menurut Maruarar, pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak cukup hanya memenuhi prosedur administratif. Proses tersebut juga harus memastikan hasil pekerjaan memiliki kualitas yang baik, sesuai kebutuhan masyarakat, dan diselesaikan tepat waktu.
Ara menilai, pencapaian tujuan tersebut membutuhkan dukungan regulasi yang tepat agar pelaksanaan program tidak terhambat oleh birokrasi yang tidak diperlukan.
Selain itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) dan dukungan teknologi informasi (TI) juga menjadi faktor penting dalam memperbaiki tata kelola pengadaan.
Maruarar mengatakan, sektor perumahan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengembang, kontraktor, toko bangunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perbankan, hingga masyarakat sebagai konsumen.
Karena itu, tata kelola pengadaan yang baik diperlukan untuk mendukung efektivitas pelaksanaan program perumahan.
Pengadaan yang efektif diharapkan dapat membantu memastikan program berjalan sesuai sasaran dan kebutuhan masyarakat terhadap hunian layak dapat terpenuhi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 7Ditanya Soal Pensiunnya Cristiano Ronaldo, Jorge Jesus Respons dengan Jawaban 'Panas'
- 8Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 9Dugaan Makar Diusut, Kepala Bakom: Prabowo Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu
- 10Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya









