Google Luncurkan Gemini 4 Argon, AI Baru yang Bisa Percepat Riset hingga Deteksi Celah Keamanan

AKURAT.CO Google memperkenalkan Gemini 4 Argon pada 13 Oktober 2026 sebagai model kecerdasan buatan terbaru yang dirancang untuk menangani pekerjaan kompleks.
Model ini ditujukan bagi pengembang, perusahaan, ilmuwan, hingga pengguna yang membutuhkan kemampuan analisis mendalam.
Dikembangkan oleh Google DeepMind, Gemini 4 Argon diklaim mampu menangani berbagai tugas bertahap, mulai dari pemrograman dan analisis keuangan hingga penelitian ilmiah serta keamanan siber.
Baca Juga: Google Batasi Pilihan Model Gemini untuk Pengguna Gratis
Salah satu kemampuan yang disoroti Google adalah mengerjakan proyek teknis berskala besar.
Dalam pengembangan Chromium, misalnya, model ini membantu tim melakukan perubahan arsitektur kode yang melibatkan ratusan file, sehingga pekerjaan yang diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan dapat diselesaikan dalam hitungan minggu.
Gemini 4 Argon Bantu Percepat Penelitian Ilmiah
Selain pemrograman, Gemini 4 Argon juga digunakan untuk mendukung penelitian di berbagai bidang, termasuk komputasi kuantum, fusi nuklir, dan biologi.
Google menyebut model tersebut membantu peneliti merancang enzim baru yang kemudian menunjukkan aktivitas katalitik melalui pengujian laboratorium. Teknologi ini berpotensi mendukung pengembangan bioteknologi, obat-obatan, hingga proses industri yang lebih ramah lingkungan.
Di bidang keamanan siber, Gemini 4 Argon juga dimanfaatkan untuk menemukan dan memperbaiki celah keamanan pada sistem penting, termasuk infrastruktur kesehatan.
Meski demikian, Google menyatakan kemampuan tersebut tetap dilengkapi mekanisme pengamanan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan.
Bisa Diakses Lewat Aplikasi Gemini
Gemini 4 Argon mulai tersedia secara global melalui sejumlah layanan Google. Pengembang dan perusahaan dapat mengaksesnya melalui API di AI Studio dan platform Gemini, sedangkan pengguna tertentu bisa mencobanya melalui aplikasi Gemini dan AI Mode di Search.
Google juga mengumumkan harga perkenalan sebesar US$2 per satu juta token input dan US$10 per satu juta token output. Tarif tersebut ditujukan untuk penggunaan model melalui API.
Peluncuran Gemini 4 Argon memperlihatkan upaya Google memperluas penggunaan AI dari sekadar menjawab pertanyaan menjadi alat untuk menyelesaikan pekerjaan teknis dan analitis yang lebih rumit.
Namun, hasil penggunaannya tetap perlu dievaluasi sesuai kebutuhan dan konteks masing-masing bidang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







