Ensign dan iCIO Community Gelar Simulasi Krisis Siber untuk Pemimpin Teknologi

AKURAT.CO Ensign InfoSecurity meluncurkan program simulasi krisis siber bagi pemimpin teknologi dan bisnis di Indonesia. Program ini dijalankan bersama iCIO Community untuk meningkatkan kesiapan menghadapi insiden siber.
Program bertajuk 'From Threat to Action: Cyber Simulation Experience' itu menghadirkan simulasi serangan siber yang menyerupai kondisi nyata. Peserta diajak memahami proses penanganan insiden dari tahap awal hingga pemulihan.
Dalam simulasi tersebut, peserta tidak hanya berfokus pada aspek teknis. Mereka juga harus mempertimbangkan dampak terhadap bisnis, pelanggan dan kepatuhan regulasi.
Peluncuran program ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman siber di Asia Pasifik. Laporan Ensign Cyber Threat Landscape 2025 mencatat serangan siber kini semakin terorganisasi dan kompleks.
Indonesia juga menghadapi tren ancaman yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat terdapat 5,5 miliar serangan siber sepanjang 2025 dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.
Head of Consulting PT Ensign InfoSecurity Indonesia, Adithya Nugraputra, mengatakan tantangan terbesar muncul saat pemimpin harus mengambil keputusan penting di tengah krisis. Menurutnya, banyak organisasi belum memiliki pengalaman menghadapi situasi tersebut secara langsung.
"Momen paling berbahaya dalam sebuah krisis siber jarang terjadi pada saat serangan itu sendiri. Momen tersebut adalah ketika para pemimpin harus mengambil keputusan berdampak besar tanpa pernah berlatih menghadapinya," ujar Adithya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Kerugian Penipuan Digital Tembus Rp9,1 Triliun, Indodax Perkuat Literasi Keamanan Siber
Menurutnya, simulasi tersebut memberi kesempatan bagi pemimpin teknologi untuk merasakan tekanan yang muncul saat insiden berlangsung. Pengalaman itu diharapkan dapat membantu organisasi meningkatkan kesiapan sebelum menghadapi serangan yang sebenarnya.
Koordinator Divisi Partnership iCIO Community periode 2024-2026, Benedict Sulaiman, mengatakan peran Chief Information Officer (CIO) kini tidak lagi sebatas mengelola teknologi. Mereka juga dituntut mampu memimpin organisasi dalam menghadapi berbagai risiko digital yang dapat mengganggu bisnis.
"Para CIO Indonesia saat ini dituntut untuk melakukan lebih dari sekadar memahami teknologi. Mereka harus mampu memimpin organisasinya melewati krisis siber secara langsung," ujar Benedict.
Melalui program ini, Ensign dan iCIO Community berharap para pemimpin bisnis dan teknologi dapat memperoleh pengalaman praktis dalam menghadapi insiden siber. Kesiapan tersebut dinilai penting mengingat ancaman digital yang terus berkembang dan semakin sulit diprediksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








