Media Sosial Semakin Berisiko bagi Remaja, Tekanan Regulasi Global Meningkat

AKURAT.CO Perdebatan tentang dampak media sosial terhadap kesehatan mental kembali menguat setelah sejumlah negara Barat memperketat pengawasan terhadap platform digital besar.
Isu ini bukan lagi sekadar wacana akademik, melainkan telah masuk ke ranah kebijakan publik yang konkret. Regulator menilai bahwa desain platform yang berfokus pada keterlibatan tanpa batas telah menciptakan risiko psikologis, terutama bagi remaja dan pengguna usia muda.
Laporan terbaru dari BBC News menyoroti bagaimana pemerintah dan lembaga kesehatan di Eropa serta Amerika Utara mulai menempatkan media sosial dalam kategori produk digital berisiko, sejajar dengan isu kesehatan masyarakat lain.
Perhatian ini muncul seiring meningkatnya laporan kecemasan, gangguan tidur, dan tekanan sosial yang dikaitkan dengan konsumsi konten digital berlebihan.
Algoritma dan Desain Platform Jadi Sorotan Utama
Fokus utama kritik tertuju pada algoritma rekomendasi yang secara aktif mempromosikan konten berdasarkan potensi keterlibatan emosional, bukan kualitas atau dampaknya bagi pengguna.
Sistem ini dinilai mendorong siklus konsumsi tanpa henti yang sulit dikendalikan, terutama oleh pengguna muda yang belum memiliki mekanisme kontrol diri yang matang.
BBC melaporkan bahwa beberapa negara kini menuntut platform untuk lebih transparan tentang cara kerja algoritma mereka, termasuk bagaimana konten diprioritaskan dan mengapa pengguna tertentu menerima paparan konten ekstrem secara berulang.
Regulasi yang diusulkan mencakup pembatasan fitur tertentu, seperti infinite scrolling dan notifikasi agresif, yang dianggap memperparah ketergantungan digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa







