Periksa Kacab Sungai Budi Group, KPK Usut Dugaan Mark Up Bansos Presiden

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Presiden saat pandemi Covid-19.
Lembaga antirasuah menduga terjadi penurunan kualitas barang dan mark up harga dalam proses pengadaan Bansos Presiden di wilayah Jabodetabek.
Terkait dugaan ini, penyidik KPK memanggil Michael Setiaputra selaku Kepala Cabang PT Sungai Budi Group, pada Selasa (9/9/2025).
Baca Juga: Kapan Bansos PKH BPNT September 2025 Cair? Ini Jadwal dan Cara Cek di Kemensos
Turut diperiksa pula Vloro Maxi Sulaksono selaku Direktur PT Cipta Mitra Artha; Agung Tri Wibowo selaku Direktur PT Mesail Cahaya Berkat; dan Floreta Tane selaku Direktur PT Dwimukti Graha Elektrindo.
"Tentunya (pemeriksaan yang dilakukan) di dalamnya terkait dengan kualitas barang yang disediakan. Termasuk juga dengan harganya," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Kamis (11/9/2025).
"Apakah (kualitasnya) sesuai atau ada dugaan-dugaan pengondisian sehingga bisa menurunkan kualitas barang atau melakukan mark up dari nilai barang tersebut," sambungnya.
Baca Juga: Pemerintah Beri Bansos hingga Rp15 Juta untuk Korban Demo yang Wafat dan Luka-luka
Namun, Budi belum bisa merinci lebih lanjut pemeriksaan yang dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
"Tapi untuk pemeriksaan atau permintaan keterangan (dilakukan penyidik) kepada pihak-pihak, khususnya para vendor, atau penyedia barang dan jasa terkait dengan itu," jelasnya.
Adapun, PT Sungai Budi Group merupakan perusahaan industri agribisnis di Indonesia. Mereka dikenal dengan sejumlah produk seperti minyak goreng dan tepung terigu merek Rose Brand.
Baca Juga: Cara Mudah Cek dan Usul Bansos Kemensos September 2025 Lewat HP, Begini Langkahnya!
Diberitakan sebelumnya, KPK mengungkap sedang mengusut dugaan korupsi pengadaan Bansos Presiden saat pandemi Covid-19 yang dibagikan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi pada 2020.
Sudah ada tersangka yang ditetapkan yaitu Ivo Wongkaren yang merupakan Direktur Utama Mitra Energi Persada.
Perbuatan tersangka dalam kasus ini, disebut KPK, menyebabkan negara rugi hingga Rp250 miliar karena terjadi pengurangan kualitas. Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena penghitungan terus dilakukan.
Baca Juga: Cara Cek dan Ajukan Bansos Kemensos dari HP, Mudah dan Cepat!
Pengadaan bansos yang dikorupsi mencapai 6 juta paket. Terbagi dalam tiga tahapan yakni tahap tiga, lima dan enam dengan masing-masing sebanyak dua juta paket.
Bansos yang dikorupsi itu merupakan paket bantuan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam goodie bag berlogo Istana Kepresidenan. Di dalamnya terdapat beras, biskuit, minyak goreng hingga sembako lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







