Akurat Logo

Pembiayaan Pindar Samir di Luar Jawa Tumbuh 62 Persen, Tembus Rp1,02 Triliun

Idham Nur Indrajaya | 17 Oktober 2026, 13:02 WIB
Pembiayaan Pindar Samir di Luar Jawa Tumbuh 62 Persen, Tembus Rp1,02 Triliun
Pembiayaan Pindar Samir di luar Jawa tumbuh 62% menjadi lebih dari Rp1,02 triliun. Sumatra mencatat pertumbuhan tertinggi. - Ilustrasi oleh Samir

AKURAT.CO Pertumbuhan usaha tidak selalu harus berpusat di Pulau Jawa. Di tengah kebutuhan modal yang beragam di berbagai daerah, layanan pinjaman daring (Pindar) mulai memperluas penyaluran pembiayaan ke luar pusat ekonomi utama Indonesia. Samir mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan di luar Jawa sebesar 62% secara tahunan selama Januari–September 2026, dengan nilai lebih dari Rp1,02 triliun.

Berdasarkan keterangan perusahaan, pertumbuhan tertinggi terjadi di Sumatra sebesar 65%, disusul Kalimantan 64% dan Sulawesi 60%. Meski ekspansi ke luar Jawa menunjukkan perkembangan positif, Pulau Jawa masih mendominasi portofolio pembiayaan Samir dengan kontribusi 69%. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan di daerah belum otomatis mengubah peta distribusi pembiayaan perusahaan secara keseluruhan.

Pembiayaan Pindar Samir di Luar Jawa Tumbuh 62% hingga September 2026

Pertumbuhan penyaluran pembiayaan di luar Jawa menjadi salah satu indikator ekspansi bisnis Samir sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan melihat peluang untuk memperluas akses pendanaan di berbagai wilayah, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Utama Samir, Handy Juniandri, mengatakan ekspansi tersebut tetap disertai penguatan manajemen risiko, penerapan prinsip kehati-hatian, serta tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

Menurut Handy, pertumbuhan bisnis tidak cukup hanya diukur dari peningkatan nominal penyaluran. Perusahaan juga perlu memastikan perluasan pembiayaan berjalan dengan pengelolaan risiko yang memadai dan didukung peningkatan literasi keuangan digital.

“Pindar Samir memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pembiayaan bagi UMKM. Dukungan Samir terhadap pembiayaan UMKM sejalan dengan kebijakan OJK untuk mendorong industri Pindar di Indonesia sebagai sarana untuk menghadirkan akses pembiayaan yang semakin luas dan berkualitas serta memberikan manfaat nyata dalam mendorong perekonomian masyarakat,” terang Handy melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Sabtu, 17 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut menempatkan pembiayaan UMKM sebagai salah satu konteks penting ekspansi Samir. Namun, besarnya pertumbuhan penyaluran belum dengan sendirinya menunjukkan berapa banyak usaha baru yang memperoleh akses modal atau seberapa besar dampaknya terhadap perkembangan bisnis para peminjam.

Untuk menilai dampak tersebut, diperlukan informasi tambahan mengenai penggunaan dana, sektor usaha penerima pembiayaan, serta perkembangan usaha setelah memperoleh pendanaan.

Baca Juga: Sebelum Ajukan Pinjaman di Pindar, Cek 6 Hal Ini agar Cicilan Tidak Ganggu Cash Flow

Sumatra dan Kalimantan Catat Pertumbuhan Pembiayaan Tertinggi

Perluasan pembiayaan Samir di luar Jawa memperlihatkan tingkat pertumbuhan yang berbeda antarpulau. Sumatra berada di posisi teratas, sedangkan Papua mencatat pertumbuhan terendah di antara enam wilayah yang disebutkan perusahaan.

Berikut rincian pertumbuhan penyaluran pembiayaan Samir di luar Jawa selama Januari–September 2026:

  • Sumatra: tumbuh 65% secara tahunan.

  • Kalimantan: tumbuh 64%.

  • Sulawesi: tumbuh 60%.

  • Bali dan Nusa Tenggara: tumbuh 57%.

  • Maluku: tumbuh 47%.

  • Papua: tumbuh 38%.

Sumatra dan Kalimantan mencatat pertumbuhan di atas 60%. Sementara itu, pertumbuhan di Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, serta Papua berada di bawah angka pertumbuhan keseluruhan pembiayaan luar Jawa yang mencapai 62%.

Perbedaan tersebut menarik untuk dicermati karena memperlihatkan bahwa ekspansi pembiayaan tidak berlangsung dengan kecepatan yang sama di setiap wilayah. Meski demikian, data yang tersedia belum menjelaskan faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut.

Tingkat pertumbuhan juga tidak bisa digunakan sendirian untuk menentukan wilayah dengan nilai penyaluran terbesar. Sebuah daerah dapat mencatat pertumbuhan persentase yang tinggi karena nilai pembiayaan pada periode sebelumnya relatif kecil.

Sebaliknya, wilayah dengan pertumbuhan lebih rendah bisa saja memiliki nilai penyaluran lebih besar apabila basis pembiayaan awalnya jauh lebih tinggi.

Untuk mengetahui wilayah yang paling dominan dalam bisnis Samir, diperlukan data nominal penyaluran masing-masing pulau, bukan hanya persentase pertumbuhannya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.