KPK Periksa VP Keuangan ASDP Terkait Dugaan Korupsi Akuisisi PT Jembatan Nusantara

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Evi Dwijayanti (ED), Vice President Keuangan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, pada Senin (19/5/2025).
Pemeriksaan ini terkait kasus dugaan korupsi dalam proses kerja sama usaha (KSU) dan akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh ASDP pada 2019–2022.
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih atas nama ED selaku VP Keuangan PT ASDP,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Budi menjelaskan, penyidik mendalami peran Evi dalam proses uji tuntas (due diligence) yang dilakukan oleh konsultan saat akuisisi berlangsung.
Evi diketahui bukan pertama kali menjalani pemeriksaan. Pada Desember 2024 lalu, penyidik KPK juga telah menyita sejumlah barang bukti elektronik dari Evi, termasuk laptop dan ponsel pribadinya.
Sebelumnya, KPK juga memeriksa Susill Prasojo, VP Keuangan ASDP tahun 2021, untuk mendalami kondisi keuangan perusahaan saat proses akuisisi dilakukan.
Baca Juga: KPK Periksa Head Legal PT Telkomsigma Terkait Dugaan Korupsi Proyek Digitalisasi SPBU Pertamina
Hingga kini, KPK telah menahan tiga tersangka utama dalam kasus ini, yakni:
-
Ira Puspadewi (Direktur Utama ASDP 2017–2025)
-
Muhammad Yusuf Hadi (Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP 2019–2024)
-
Harry Muhammad Adhi Caksono (Direktur Perencanaan dan Pengembangan ASDP 2020–2024)
KPK menduga, praktik korupsi ini mengakibatkan kerugian negara mencapai hampir Rp900 miliar.
“Terindikasi menimbulkan kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya Rp893.160.000.000,” tegas Budi.
Kasus ini terus bergulir dan KPK masih mengembangkan penyidikan terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








