Polisi Jangan Tolak Laporan Masyarakat, Haram Hukumnya!

AKURAT.CO Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menegaskan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak boleh menolak laporan dari masyarakat yang mencari perlindungan hukum.
Ia mengingatkan, aturan ini sudah jelas tertuang dalam Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.
“Anggota Polri wajib memahami bahwa menolak pengaduan masyarakat melanggar aturan etik. Setiap rakyat yang meminta perlindungan tidak boleh diabaikan. Ini amanat yang harus dijalankan,” ujar Rudianto di Jakarta, Jumat (10/1/2025).
Ia menyebut peristiwa penembakan di Tol Tangerang-Merak, yang menewaskan seorang pemilik rental mobil, seharusnya tidak terjadi jika Polri menjalankan tugasnya dengan baik.
Baca Juga: 7 Manfaat Menakjubkan Terapi Pijat Refleksi untuk Kesehatan
Penolakan polisi untuk mendampingi korban menjadi awal dari tragedi tersebut.
“Jika korban didampingi polisi, mungkin insiden itu bisa dihindari. Ini pelajaran penting agar polsek dan polres di seluruh Indonesia tidak lagi menolak setiap laporan. Menolak pengaduan rakyat adalah pelanggaran serius,” tegasnya.
Selain menerima laporan, lanjut Rudianto, Polri harus menindaklanjutinya secara profesional untuk memastikan kepastian hukum.
Prinsip pelayanan yang mengayomi masyarakat harus tercermin dalam tindakan nyata, bukan sekadar formalitas.
“Fiat justitia ruat caelum—keadilan harus ditegakkan, meskipun langit runtuh. Hukuman harus setimpal dengan kejahatan yang dilakukan,” katanya.
Sebelumnya, Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan Kurniawan dimutasi setelah menolak laporan dari korban penembakan yang sedang berusaha menarik mobil di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak.
Baca Juga: Erick Thohir Minta Netizen tak Kejam dan Beri Kesempatan Pada Patrick Kluivert
Ia bersama dua anggotanya, Brigadir DA dan Bripka DI, dipindahkan ke Bagian Pelayanan Markas (Yanma) Polda Banten dan diperiksa Propam atas dugaan ketidakprofesionalan.
“Kapolda Banten bertindak tegas dengan memutasi mereka sebagai bagian dari langkah penegakan disiplin,” ujar Kombes Pol. Didik Hariyanto, Kabidhumas Polda Banten.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa tugas polisi bukan hanya menerima laporan, tetapi juga menindaklanjutinya dengan penuh tanggung jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








