Kapolda Sumbar Tegaskan Kasus Kematian Afif Maulana Belum Ditutup

AKURAT.CO Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono, mengatakan kasus kematian anak berusia 13 tahun, Afif Maulana, belum ditutup. Hal ini untuk menjawab isu bahwa kasus ini sudah ditutup.
"Kan kami masih belum menutup kasus ini. Kemarin kamikan dihembuskan isu katanya Kapolda menutup kasus ini sehingga ribut. Padahal saya gak pernah menutup, wong saya masih menyelidiki kok menutup, terbalik berarti," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (4/7/2024).
"Mencari situasi lebih keruh lagi kan dengan cara-cara seperti itu. Kami sudah paham itu," imbuhnya.
Baca Juga: Polda Sumbar Sudah Kantongi Identitas yang Viralkan Kasus Kematian Afif Maulana
Suharyono mengungkapkan, penyelidikan terhadap kasus ini telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Berdasarkan penelusuran sementara, dirinya meyakini bahwa Afif benar meloncat dari jembatan untuk menyelamatkan diri dari polisi.
"Kalau ada pihak yang membuat skenario tanpa fakta, ya kami luruskan," pungkasnya.
Sebelumnya, berhembus kabar bahwa Polda Sumbar telah menutup kasus kematian Afif. Pasalnya, Afif telah dinyatakan tewas karena patah tulang iga enam ruas dan mengakibatkan paru-parunya sobek.
Polda Sumbar mengungkapkan, patahnya tulang Afif diduga karena benturan benda keras saat terjatuh ke sungai. Teruntuk luka lebam dalam tubuh Afif, diduga lantaran Afif telah menjadi mayat beberapa jam sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






