Ustaz Muhammad Jakarianto: Jangan Bergantung Berlebihan pada Media Sosial

AKURAT.CO Pengasuh Ponpes Tahfidzul Quran Al Azhar Baitul Islah, Bogor, Muhammad Jakarianto, S.Pd., M.M., menjadi narasumber dalam program Kultum Ramadhan Akurat.co 2026 yang tayang pada Rabu (18/3/2026) pukul 17.45 WIB melalui kanal resmi Akurat.co.
Dalam tausiyahnya, Jakarianto menjawab pertanyaan seputar boleh tidaknya hidup terlalu bergantung pada media sosial di era digital saat ini. Ia menegaskan bahwa media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern, namun penggunaannya tetap harus dibatasi.
“Kita bangun tidur pegang HP, sebelum tidur pun masih scroll media sosial. Bahkan kadang di sela-sela aktivitas pun tidak lepas dari gawai,” ujarnya.
Baca Juga: Kultum Ramadhan Akurat.co, Ustaz Lufaefi: Lelah Bukan Dosa, Jangan Menyerah Saat Diuji
Menurutnya, Islam tidak melarang penggunaan teknologi, termasuk media sosial. Namun, Islam melarang sikap berlebih-lebihan dalam segala hal. Ketergantungan yang tidak terkontrol justru dapat menjauhkan seseorang dari aktivitas yang lebih bermanfaat.
Ia mengutip pandangan Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah yang menjelaskan bahwa seorang Muslim adalah orang yang tidak menyakiti saudaranya melalui lisan maupun tangannya. Dalam konteks kekinian, kata dia, media sosial termasuk bagian dari “lisan” yang diwujudkan melalui tulisan dan jari-jemari.
“Sekarang lisan itu bukan hanya ucapan, tapi juga tulisan di media sosial. Komentar, unggahan, dan share itu semua akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
Jakarianto mengingatkan agar umat Islam tidak mudah berkomentar negatif, menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, atau menggunakan media sosial untuk menghujat sesama, terlebih terhadap sesama Muslim dan sebangsa.
Ia menekankan bahwa media sosial bisa menjadi ladang pahala jika dimanfaatkan untuk belajar, berdakwah, dan menyebarkan kebaikan. Sebaliknya, ia juga bisa menjadi sumber dosa jika digunakan untuk hal-hal yang melanggar nilai agama.
“Media sosial tidak bisa kita hindari, tapi kita harus mampu membatasi diri dalam menggunakannya,” katanya.
Baca Juga: Kultum Ramadhan Akurat.co Jelaskan Berbuka Puasa dengan Anggur Boleh, Asal Bukan Begini
Rangkaian Kultum Ramadhan Akurat.co 2026 ini terselenggara berkat dukungan dari Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) yang berpartisipasi dalam mendukung rangkaian kegiatan dakwah selama bulan suci Ramadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








