Farel Prayoga Datangkan Guru Ngaji ke Rumah, Tekuni Belajar Islam Setelah Jadi Mualaf

AKURAT.CO Penyanyi muda Farel Prayoga menunjukkan keseriusannya mendalami ajaran Islam setelah resmi menjadi mualaf. Tidak berhenti pada pengucapan dua kalimat syahadat, pelantun lagu Ojo Dibandingke itu kini rutin belajar membaca Al-Qur’an bersama guru ngaji yang didatangkan khusus ke rumahnya.
Langkah tersebut diungkapkan oleh sang manajer, Rais, yang memastikan Farel mendapat bimbingan agama secara intensif. Menurut Rais, keputusan menghadirkan guru privat dilakukan agar Farel bisa memahami dasar-dasar Islam di tengah kesibukannya sebagai pelajar dan penyanyi.
“Mungkin saya lebih ke agama, karena dia kan mualaf. Jadi saya datangkan guru ngaji untuk mendampingi dia belajar,” ujar Rais saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).
Saat ini Farel sedang belajar menggunakan metode Iqra, buku dasar membaca huruf hijaiyah. Dengan polos, remaja 15 tahun itu menyebut dirinya baru sampai pada jilid ketiga. “Baru Iqra 3,” kata Farel singkat.
Rais menambahkan, proses belajar tersebut tidak selalu mudah, tetapi Farel menunjukkan semangat yang tinggi. Ia juga menegaskan bahwa menjadi mualaf bukanlah hal yang perlu ditutupi, melainkan langkah spiritual yang patut dihargai. “Belajar agama tidak ada kata terlambat. Menjadi mualaf itu bukan aib yang perlu disembunyikan,” ujarnya.
Meski begitu, Farel mengakui ada tantangan tersendiri dalam proses belajar, terutama dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. “Kesulitannya paling di hafalan, kadang masih suka lupa-lupa,” tuturnya jujur.
Selain belajar secara privat, sekolah tempat Farel menempuh pendidikan juga memberikan dukungan. Ia mendapatkan tugas hafalan ayat-ayat pendek sebagai bagian dari pelajaran agama setiap hari. “Dari sekolah memang setiap hari ada setoran ayat,” tambah Rais.
Perjalanan spiritual Farel Prayoga ini menjadi sorotan publik, terutama karena ia dikenal sebagai figur muda yang sederhana dan tulus. Langkahnya mendalami Islam dengan bimbingan guru ngaji dipandang sebagai contoh positif bagi generasi muda yang ingin memperkuat pemahaman agama secara perlahan namun konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







