Cak Imin Angkat Santri Korban Ambruknya Mushala Al-Khoziny Jadi Anak Angkat

AKURAT.CO Tangis haru pecah di tengah duka mendalam pasca ambruknya bangunan mushala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Di antara korban selamat, beberapa santri harus menjalani amputasi akibat tertimpa reruntuhan. Nama mereka—Haikal, Syaiful Rozi, Nur Ahmad, dan Maulana—kini menjadi simbol luka sekaligus harapan baru.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, datang langsung menemui para santri tersebut pada Kamis (2/10/2025). Dengan suara bergetar, ia menyampaikan janji yang membuat suasana semakin emosional.
“Pokoknya yang diamputasi saya jadikan anak angkat saya,” ucap Cak Imin, matanya berkaca-kaca menatap kondisi para santri yang tubuhnya kini tak lagi utuh.
Baca Juga: Transparansi Jadi Senjata Utama KPK Awasi Layanan Haji 2026
Cak Imin menegaskan, ia akan menanggung penuh biaya pendidikan keempat santri tersebut hingga ke jenjang perguruan tinggi. “Saya urus sampai kuliah, apa pun saya bantu,” katanya, menekankan tanggung jawab moral yang ia ambil sebagai bentuk kepedulian.
Peristiwa ambruknya bangunan tiga lantai asrama putra Pesantren Al-Khoziny pada Senin (29/9/2025) sore itu memang meninggalkan luka mendalam.
Di saat azan Asar bergema, dinding dan atap yang mestinya menjadi pelindung justru berubah menjadi jebakan maut. Ratusan santri terjebak di bawah puing, sebagian meninggal dunia, sebagian lain selamat dengan luka berat.
Di tengah kepedihan, janji seorang pemimpin untuk mengulurkan tangan memberi secercah cahaya. Bagi Cak Imin, langkah ini bukan hanya bentuk bantuan materi, tetapi juga ikhtiar agar para santri yang kehilangan anggota tubuh tetap memiliki masa depan cerah.
“Ini tanggung jawab moral agar mereka tetap punya harapan, tetap bisa melanjutkan hidup dengan penuh keyakinan,” ucapnya lirih.
Cak Imin juga meminta keluarga korban yang ditinggalkan maupun para santri yang tengah berjuang di rumah sakit untuk bersabar. Ia percaya, di balik ujian berat ini, ada rencana besar Tuhan yang menguatkan hati semua pihak.
Baca Juga: Kemenhaj RI Gandeng KPK, Pastikan Integritas Penyelenggaraan Haji
Janji untuk menjadikan para santri korban amputasi sebagai anak angkat menjadi potret kecil tentang bagaimana duka bisa melahirkan solidaritas, dan bagaimana kepedihan bisa bertemu dengan kasih sayang.
Di tengah puing-puing yang masih berserakan, ada secercah harapan baru yang tumbuh—bahwa masa depan para santri ini tidak akan padam bersama runtuhnya bangunan pesantren mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









