Ojol Bonceng Penumpang yang Bukan Mahram, Bagaimana Pandangan Islam?

AKURAT.CO Di era modern ini, layanan ojek online (ojol) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kemudahan akses dan fleksibilitasnya menjadikan ojol sebagai pilihan utama dalam mobilitas, terutama di kota-kota besar.
Namun, dalam praktiknya, muncul pertanyaan terkait dengan hukum Islam, khususnya tentang fenomena seorang pengemudi ojol yang membonceng penumpang yang bukan mahram.
Dalam Islam, mahram adalah istilah yang merujuk pada seseorang yang memiliki hubungan darah atau pernikahan yang membuatnya tidak diperbolehkan untuk dinikahi.
Contoh mahram termasuk orang tua, saudara kandung, dan anak. Hukum Islam melarang seorang muslim melakukan interaksi fisik dengan lawan jenis yang bukan mahram, terutama yang melibatkan kontak langsung seperti bersentuhan.
Pertanyaan mengenai hukum seorang pengemudi ojol yang membonceng penumpang lawan jenis yang bukan mahram menjadi relevan dalam konteks ini. Dalam ajaran Islam, perbuatan tersebut bisa menimbulkan beberapa masalah, antara lain:
1. Ikhtilat (Pergaulan Bebas) dan Khalwat (Berduaan dengan Lawan Jenis)
Dalam Islam, ikhtilat atau pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dihindari karena dapat menimbulkan fitnah atau hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, dalam konteks ojek, situasi ini juga bisa tergolong sebagai khalwat, yaitu berada dalam kondisi berduaan di tempat yang memungkinkan timbulnya godaan atau dosa.
2. Sentuhan Fisik
Ketika seorang pengemudi ojol membonceng penumpang lawan jenis, sering kali terjadi sentuhan fisik yang tidak bisa dihindari.
Dalam Islam, sentuhan antara pria dan wanita yang bukan mahram adalah hal yang dilarang, kecuali dalam keadaan darurat atau kondisi tertentu yang dibenarkan oleh syariat.
3. Pandangan Ulama
Beberapa ulama memandang bahwa interaksi semacam ini sebaiknya dihindari jika memungkinkan.
Mereka menekankan pentingnya menjaga jarak dan menghindari kontak fisik dengan lawan jenis yang bukan mahram, sesuai dengan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan syariat Islam.
Sebagai solusi, ada beberapa langkah yang bisa diambil oleh pengemudi ojol maupun penumpang untuk meminimalkan risiko pelanggaran syariat:
1. Memilih Pengemudi/ Penumpang Sesama Jenis
Menggunakan layanan ojol yang menawarkan pilihan pengemudi wanita untuk penumpang wanita atau sebaliknya bisa menjadi salah satu cara menghindari kontak fisik dengan lawan jenis yang bukan mahram.
2. Menggunakan Sekat atau Pembatas
Menggunakan sekat atau alat lain yang bisa memisahkan antara pengemudi dan penumpang bisa menjadi alternatif untuk meminimalkan kontak fisik.
Baca Juga: Lomba Panjat Pinang Berhadiah Janda, Bolehkah dalam Islam?
3. Mengedepankan Niat dan Tujuan
Menjaga niat yang baik dan fokus pada tujuan perjalanan, misalnya dalam keadaan darurat, juga penting. Jika perjalanan tersebut adalah suatu keharusan dan tidak ada pilihan lain, maka diutamakan untuk menjaga adab dan tata cara yang Islami.
Fenomena ojol yang membonceng penumpang lawan jenis yang bukan mahram memang menjadi tantangan tersendiri dalam menerapkan syariat Islam di tengah kehidupan modern.
Penting bagi umat Islam untuk selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam hal ini.
Solusi seperti memilih pengemudi yang sama jenis kelaminnya atau menggunakan alat pemisah bisa menjadi cara untuk tetap menjaga kehormatan dan menjalankan ajaran Islam dengan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini







