Akurat Logo

Inflamasi Kronis Jadi Perhatian, Riset Probiotic dan Postbiotic Buka Perspektif Baru

Yusuf Tirtayasa | 23 September 2026, 18:57 WIB
Inflamasi Kronis Jadi Perhatian, Riset Probiotic dan Postbiotic Buka Perspektif Baru
Inflamasi Kronis Jadi Perhatian, Riset Probiotic dan Postbiotic Buka Perspektif Baru

AKURAT.CO Inflamasi merupakan respons biologis tubuh yang berperan penting ketika menghadapi cedera maupun infeksi. Namun, inflamasi yang berlangsung terus-menerus menjadi perhatian dalam penelitian kesehatan karena berkaitan dengan berbagai proses penyakit kronis.

Kondisi tersebut mendorong para peneliti untuk terus mengeksplorasi faktor yang dapat memengaruhi regulasi inflamasi, termasuk microbiome yang berinteraksi dengan sistem imun dan metabolisme tubuh.

Perkembangan riset mengenai microbiome turut membuka perhatian terhadap probiotic dan postbiotic. Sejumlah penelitian terbaru mengevaluasi bagaimana kedua kelompok tersebut berkaitan dengan perubahan biomarker inflamasi dan parameter kesehatan metabolik.

Riset Probiotic Temukan Perubahan Biomarker Inflamasi

Dalam meta-analysis 2026 mengenai penyakit autoimun, Yuan-Yow Chiou, Tsu-Yun Chiu dan Mei-Ju Chen mengevaluasi sejumlah randomized controlled trials mengenai probiotic.

Hasil penelitian tersebut menemukan adanya penurunan beberapa biomarker inflamasi pada kelompok yang mendapatkan intervensi probiotic, termasuk interleukin-6 (IL-6), tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) dan high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP).

Meski demikian, temuan tersebut masih memiliki sejumlah keterbatasan. Para peneliti menilai bukti yang tersedia masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, terutama untuk memahami dampak dalam jangka panjang.

Microbiome menjadi salah satu bidang yang menarik untuk diteliti karena keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan saluran pencernaan. Microbiome diketahui berinteraksi dengan sistem imun serta berbagai jalur metabolisme yang berlangsung di dalam tubuh.

Karena itu, penelitian mengenai probiotic terus berkembang untuk memahami lebih jauh hubungan antara mikroorganisme di dalam tubuh dengan berbagai proses biologis.

Postbiotic Dikaitkan dengan Penurunan CRP

Selain probiotic, penelitian juga mulai menyoroti postbiotic. Salah satu penelitian terbaru yang dilakukan Shuwen Li, Mohammad Hassan Sohouli dan Zeli Li menganalisis 25 randomized controlled trials untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi postbiotic.

Hasil analisis tersebut menemukan bahwa suplementasi postbiotic berkaitan dengan penurunan kadar C-reactive protein (CRP) rata-rata sebesar 0,99 mg/L.

Penelitian itu juga menemukan adanya penurunan pada sejumlah parameter lain, termasuk insulin, trigliserida dan lingkar pinggang. Namun, tidak seluruh parameter yang dianalisis menunjukkan perubahan yang signifikan.

Temuan tersebut memberikan perspektif baru mengenai potensi postbiotic untuk diteliti dalam konteks kesehatan metabolik dan inflamasi. Meski demikian, hasil penelitian belum dapat menjadi dasar untuk menganggap postbiotic sebagai terapi universal untuk berbagai kondisi inflamasi.

Founder Probilab menjelaskan bahwa perkembangan penelitian microbiome semakin menunjukkan hubungan yang kompleks antara saluran pencernaan, sistem imun dan metabolisme.

Menurutnya, probiotic dan postbiotic merupakan bidang yang menarik untuk terus dikembangkan dengan mengacu pada evidence ilmiah. Probilab sendiri mengembangkan produk berbasis probiotic dan postbiotic dalam konteks pemeliharaan kesehatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.