Akurat Logo

Setelah Ditekan Trump, Greenland Menyetujui Kesepakatan Trilateral dengan Denmark dan AS

Fitra Iskandar | 4 November 2026, 08:14 WIB
Setelah Ditekan Trump, Greenland Menyetujui Kesepakatan Trilateral dengan Denmark dan AS

AKURAT.CO Para legislator Greenland memberikan suara untuk menyetujui perjanjian antara wilayah pulau di Arktik tersebut, Denmark, dan Amerika Serikat guna memperkuat keamanan di Arktik dan Atlantik Utara. Kesepakatan ini dicapai setelah berbulan-bulan adanya tekanan dari Presiden AS Donald Trump, yang berupaya menguasai wilayah semi-otonom milik sekutu NATO tersebut.

Perjanjian trilateral ini membuka jalan bagi penambahan pangkalan AS di Greenland sekaligus meredakan ketegangan akibat seruan berulang Trump agar pulau luas tersebut menjadi bagian dari Amerika Serikat. Tujuan perjanjian ini adalah untuk memperkuat kehadiran militer AS di Greenland, namun tetap mempertahankan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu di bawah kendali Denmark. Ketentuan ini akan tetap berlaku seandainya Greenland kelak memilih untuk merdeka.

Para legislator Greenland memberikan 16 suara setuju dan tujuh abstain untuk mengesahkan perjanjian tersebut dalam pemungutan suara di ibu kota, Nuuk.

Sekitar 570 kilometer (350 mil) di sebelah utara Nuuk, Nukaaka Lund-Mathaeussen berharap bahwa disetujuinya perjanjian ini berarti pemerintahan Trump telah mendapatkan apa yang mereka inginkan.

"Semoga setelah ini, kita tidak lagi menerima ancaman terselubung dari pemerintah Amerika," ujar penduduk Ilulissat berusia 28 tahun itu kepada The Associated Press setelah pemungutan suara.

William Tukula, seorang koki berusia 34 tahun di Ilulissat, mengatakan bahwa ia sempat melihat unggahan di Facebook dari warga Greenland yang lebih tua, yang merasa sedikit takut dengan Trump dan para tentara.

Sebelumnya, Presiden AS sempat menyatakan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland, dengan alasan bahwa kendali AS atas wilayah tersebut sangat penting bagi keamanan nasional Amerika. Meski demikian, ia juga menegaskan dukungannya agar rakyat Greenland dapat menentukan masa depan mereka sendiri. Belakangan, ia menarik kembali ancaman tersebut.

Gedung Putih belum memberikan komentar langsung terkait pemungutan suara ini, namun Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa kesepakatan tersebut menandai kemenangan besar lainnya bagi keamanan nasional Amerika.

 "Pemerintahan ini mengamankan kepentingan strategis Amerika di Arktik, memperkuat pertahanan nasional kita, dan memastikan wilayah krusial ini tetap bebas dari ancaman pihak lawan," demikian pernyataan dalam sebuah unggahan di X.

Trump, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menandatangani perjanjian keamanan tersebut pada bulan September di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.