Akurat Logo

Menlu Marco Rubio Bantah Beri Bantuan untuk Bolsonaro Kabur ke AS Setelah Kalah Pilpres Brasil

Fitra Iskandar | 1 November 2026, 14:03 WIB
Menlu Marco Rubio Bantah Beri Bantuan untuk Bolsonaro Kabur ke AS Setelah Kalah Pilpres Brasil
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak membantu kandidat presiden Brasil yang kalah, Flavio Bolsonaro, untuk melarikan diri ke Amerika Serikat. Bolsonaro kabur setelah ia kalah dalam putaran kedua pemilihan presiden melawan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva.

Bolsonaro tiba di Miami, Florida, pada hari Rabu, sehari setelah Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa Bolsonaro dan keluarganya akan diberikan visa AS menyusul kekalahannya dalam pemilihan umum pada 25 Oktober—sebuah hasil yang mematahkan tren kemenangan kubu konservatif di Amerika Latin.

Di Brasil, Bolsonaro tengah diselidiki atas dugaan korupsi, pencucian uang, dan penggelapan pajak. Sebelum meninggalkan negara itu, ia sempat diperintahkan untuk menyerahkan paspornya karena polisi menganggap ada risiko ia akan melarikan diri ke luar negeri.

"Kami tidak memfasilitasi apa pun," ujar Rubio kepada para wartawan pada hari Sabtu di Atlanta, Georgia, tempat para diplomat dari kelompok 20 ekonomi terbesar dunia (G20) berkumpul.

"Kami mendapat kabar bahwa ia telah tiba di Amerika Serikat. Ia sebelumnya sudah memiliki visa, dan presiden memutuskan untuk mengizinkannya masuk ke negara ini," kata Rubio.

Ia menambahkan bahwa pemerintah AS "tidak terlibat secara langsung dalam langkah apa pun yang diambil".

Rubio juga menyebutkan bahwa ia sempat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Brasil, Mauro Vieira, di Atlanta pada hari Jumat dan Sabtu, serta berharap dapat kembali bertemu dengan para pejabat Brasil pada bulan November di Prancis dalam sebuah pertemuan menteri luar negeri.

Secara terpisah, Trump—yang sebelumnya menyebut pemilihan umum Brasil sebagai pemilu yang "dicurangi"—menyatakan simpati kepada Bolsonaro dan mengatakan bahwa ia boleh tinggal di AS untuk waktu yang tidak ditentukan.

"Menurut saya, ia diperlakukan dengan sangat buruk, sangat buruk sekali, jadi ia boleh tinggal di sini selama yang ia mau," ujar Trump kepada wartawan di kediamannya di Florida pada hari Sabtu.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa Bolsonaro diizinkan masuk ke AS melalui skema humanitarian parole (izin masuk atas dasar kemanusiaan), sebuah status yang biasanya berlaku selama satu tahun.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.