Akurat Logo

Melania Trump Menjadi Perantara Kesepakatan Gencatan Senjata Rusia Ukraina di Kota Oleshky

Fitra Iskandar | 24 Oktober 2026, 12:47 WIB
Melania Trump Menjadi Perantara Kesepakatan Gencatan Senjata Rusia Ukraina di Kota Oleshky
Melania Trump - AP

AKURAT.CO Ibu Negara AS, Melania Trump menengahi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina di kota Oleshky, Ukraina. Disebutkan, Melanie melakukannya untuk membantu suplai kemanusiaan dapat disalurkan dan warga sipil dapat dievakuasi dari lokasi yang menurutnya berada "di ambang bencana."

Negosiator dari Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan pada hari Jumat (23/10/2026) untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke kota Oleshky, yang diduduki Rusia di wilayah Kherson, Ukraina selatan—kawasan yang terpecah akibat perang.

Gedung Putih membuat pernyataan bahwa Melania Trump, yang sebelumnya bekerja sama dengan pejabat dari kedua negara dalam urusan lain, menginisiasi pembicaraan mengenai Oleshky setelah mengetahui situasi di sana saat menghadiri sebuah acara dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB pada bulan September.

Gedung Putih menyatakan bahwa ia bersama seorang perwakilan bekerja secara langsung dengan pimpinan Rusia dan Ukraina untuk menetapkan ketentuan gencatan senjata tersebut.

Kepala negosiator Ukraina dalam upaya ini mengungkapkan kepada The Associated Press bahwa gencatan senjata lokal dengan Rusia akan dimulai pada hari Selasa—dua hari sebelum misi dimulai—dan akan berlangsung selama beberapa hari.

Dmytro Lubinets, ombudsman Ukraina sekaligus kepala negosiator negaranya dalam pembicaraan tersebut, mengatakan bahwa gencatan senjata akan berlaku di seluruh wilayah Kherson dan area sekitarnya yang krusial bagi kelancaran operasi. Ia menambahkan, inisiatif ini dapat menjadi model bagi misi-misi kemanusiaan di masa depan.

Pejabat Rusia juga telah mengonfirmasi kesepakatan tersebut.

Pada hari Jumat, Lubinets menyampaikan terima kasih kepada Melania Trump dan mengakui bahwa kesepakatan ini sulit untuk dicapai. Ia menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut mencakup gencatan senjata, yang kemudian diikuti dengan penyaluran bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

“Warga sipil akan diizinkan untuk meninggalkan Oleshky,” ujar Lubinets dalam sebuah pesan video yang diunggah secara daring.

"Operasi ini akan dilaksanakan secara bertahap dan sangat menantang untuk diimplementasikan," kata Lubinets  menambahkan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik pengumuman dari Ibu Negara AS tersebut. Melalui juru bicara Stephane Dujarric, Guterres menyatakan harapannya agar jeda pertempuran setempat ini dapat menjadi langkah menuju "gencatan senjata segera, menyeluruh, dan tanpa syarat" yang berujung pada "perdamaian yang komprehensif, adil, dan langgeng di Ukraina, sejalan dengan hukum internasional."

Sumber: Asiaone

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.