Serangan Terbaru Israel di Gaza: Tewaskan 14 Warga Palestina, Termasuk Anak-Anak

AKURAT.CO Setidaknya 14 warga Palestina, termasuk anak-anak, tewas dalam serangan terbaru Israel di Jalur Gaza pada Senin (24/8). Sumber medis dan saksi mata melaporkan banyak korban lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran yang menyasar warga sipil dan pengungsi.
Menurut laporan, pasukan Israel menembaki tenda-tenda pengungsian, rumah-rumah warga, serta orang-orang yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan. Serangan ini kembali menambah panjang daftar korban sipil dalam konflik berkepanjangan di Gaza.
Di Gaza utara, sebuah serangan udara menghantam rumah berpenghuni di dekat Rumah Sakit al-Karama, menewaskan seorang ayah bersama tiga anaknya. Beberapa anggota keluarga lainnya dilaporkan hilang. Serangan artileri di dekat sebuah toko roti juga merenggut nyawa seorang gadis kecil dan melukai beberapa orang lain.
Tidak jauh dari situ, sebuah tenda pengungsian di lingkungan al-Rimal, barat Kota Gaza, ikut menjadi sasaran tembakan, menyebabkan sejumlah korban luka. Pasukan Israel juga menghancurkan sejumlah bangunan dengan robot bermuatan bahan peledak di kawasan al-Zarqa, al-Zaytoun, hingga Jabalia.
Di Gaza tengah, lima warga Palestina, termasuk seorang gadis, tewas saat serangan Israel menghantam kelompok yang sedang mengamankan bantuan kemanusiaan di dekat perlintasan Kissufim. Insiden lain terjadi di Jalan Salah al-Din, ketika tembakan Israel menewaskan seorang warga dan melukai enam orang lain yang sedang menunggu bantuan Amerika Serikat.
Sementara itu di Gaza selatan, seorang perempuan tewas dan tujuh orang terluka setelah serangan menghantam tenda pengungsian di al-Mawasi, barat laut Rafah. Serangan lain juga menewaskan dua warga Palestina di dalam Kompleks Medis Nasser, Khan Younis.
Sejak serangan militer Israel dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 62.700 warga Palestina telah terbunuh. Jalur Gaza kini menghadapi kondisi yang disebut organisasi internasional sebagai bencana kemanusiaan, dengan infrastruktur hancur dan jutaan orang terancam kelaparan.
Tekanan internasional terhadap Israel semakin besar. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







