Akurat Logo

Prancis Memanas Lagi: Antisipasi Kerusuhan dan Penjarahan, Polisi Kerahkan 70 Ribu Personel ke Berbagai Wilayah

Fitra Iskandar | 24 Oktober 2026, 13:32 WIB
Prancis Memanas Lagi: Antisipasi Kerusuhan dan Penjarahan, Polisi Kerahkan 70 Ribu Personel ke Berbagai Wilayah
Demo pelajar di Prancis memanas, Lebih dari 5.000 orang ditangkap - The Hindu

AKURAT.CO Aksi demonstrasi di Prancis kembali digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Pemerintah Prancis mengerahkan hingga 70.000 personel keamanan ke berbagai wilayah, sementara sejumlah museum besar di Paris ditutup untuk mengantisipasi aksi penjarahan dan kekerasan.

Demonstrasi Prancis kali ini diperkirakan kembali diikuti ratusan ribu orang setelah lebih dari 500.000 demonstran turun ke jalan pada pekan sebelumnya. Kerusuhan sebelumnya diwarnai penjarahan toko, pembakaran mobil, serta serangan terhadap gedung-gedung publik di Paris dan sejumlah kota lainnya.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez mengatakan pengerahan personel keamanan didukung helikopter, kendaraan lapis baja, dan meriam air. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerusuhan meluas dan menjaga keamanan pusat kota, tempat usaha, serta fasilitas publik.

Sejumlah museum ternama di Paris, termasuk Museum Louvre, Museum Orsay, Museum Picasso, dan Grand Palais, ditutup pada Sabtu. Penutupan itu dilakukan di tengah kekhawatiran terhadap potensi kerusuhan selama demonstrasi berlangsung.

Pameran seni Art Basel yang dibuka untuk umum pada Jumat juga membatalkan seluruh agenda akhir pekan karena risiko gangguan keamanan. Padahal, acara tersebut merupakan salah satu pameran seni kontemporer bergengsi di dunia.

Ribuan Toko Rusak Akibat Kerusuhan Pekan Lalu

Para pemilik toko di Paris telah memasang pelindung pada jendela dan pintu tempat usaha mereka selama sepekan terakhir. Di sekitar Place de la République, salah satu titik kerusuhan pekan sebelumnya, sejumlah bank dan toko memasang papan kayu untuk mencegah penjarahan.

Kepala Kepolisian Paris Patrice Faure sebelumnya meminta pemilik toko mempertimbangkan penggunaan petugas keamanan. Namun, ia kemudian menegaskan bahwa perlindungan terhadap pemilik usaha dan tempat mereka beroperasi merupakan tanggung jawab pemerintah.

Kerusuhan pekan lalu dilaporkan menyebabkan sekitar 3.000 toko di seluruh Prancis mengalami kerusakan atau penjarahan.

Sejumlah Demonstrasi di Prancis Dilarang

Aksi demonstrasi dijadwalkan berlangsung di Paris dan Marseille. Namun, pemerintah daerah melarang sejumlah unjuk rasa di kota lain, termasuk Lyon, Nice, dan Montpellier, dengan alasan keamanan.

Wilayah di luar Paris juga terdampak kerusuhan. Di Limoges, dugaan aksi pembakaran hampir menghancurkan balai kota yang dibangun pada abad ke-19.

Keputusan pelarangan demonstrasi menuai kritik dari serikat pekerja. Mereka menilai kebijakan tersebut melanggar kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi Prancis.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.