Akurat Logo

Trump Pertimbangkan Dukung Arab Saudi Lawan Houthi, Ketegangan Yaman Memanas

Lufaefi | 13 Oktober 2026, 11:00 WIB
Trump Pertimbangkan Dukung Arab Saudi Lawan Houthi, Ketegangan Yaman Memanas
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/Artur Widak

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan Washington dalam aksi balasan Arab Saudi terhadap kelompok Houthi di Yaman. Pernyataan tersebut disampaikan setelah serangan terhadap Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh menimbulkan korban jiwa dan ratusan orang terluka.

Dikutip dari CNBC International, Senin (12/10/2026), Trump menyampaikan bahwa pemerintahannya sedang mengkaji opsi dukungan terhadap Arab Saudi. Saat ditanya mengenai kemungkinan Amerika Serikat bergabung dalam serangan balasan, Trump mengatakan keputusan masih akan dipertimbangkan.

“Kami mungkin saja melakukannya. Kami akan meninjaunya,” ujar Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih pada Sabtu (10/10/2026).

Trump menambahkan bahwa pemerintahannya baru menerima informasi mengenai serangan terbaru tersebut dan akan segera mengambil keputusan.

Baca Juga: Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh dan Pangkalan Udara Khamis Mushait, Saudi Sebut Rudal Berhasil Dicegat

Menurut laporan tersebut, dua pejabat pemerintah Arab Saudi menyebut Riyadh telah meminta dukungan pertahanan darurat dari Amerika Serikat. Mereka meminta Washington segera membantu koalisi pimpinan Saudi dalam menghadapi kelompok Houthi. Namun, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari CNBC International.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi di Yaman, Turki al-Maliki, mengecam serangan terhadap bandara Riyadh dan menyebutnya sebagai kejahatan perang. Ia menyatakan koalisi akan memberikan respons tegas dengan mengacu pada hukum humaniter internasional.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya pada Sabtu. Insiden itu disebut sebagai serangan mematikan kedua yang menyasar bandara Riyadh setelah serangan pada Kamis (8/10/2026), yang menewaskan tiga warga Arab Saudi, termasuk seorang pilot.

Arab Saudi telah terlibat dalam konflik Yaman sejak 2015, ketika kerajaan tersebut melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional setelah kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa pada 2014.

Di tengah meningkatnya ketegangan, pemerintahan Trump pada bulan sebelumnya menyetujui potensi penjualan hampir 50 pesawat tempur F-35 kepada Arab Saudi dengan nilai mencapai US$24,3 miliar. Rencana penjualan tersebut masih dalam tahap peninjauan Kongres Amerika Serikat.

Sementara itu, kelompok Houthi kembali mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan, pekerja, dan penumpang agar tidak menggunakan bandara serta wilayah udara Arab Saudi. Dalam pernyataannya melalui platform X, kelompok tersebut menyebut fasilitas penerbangan Saudi berpotensi menjadi sasaran serangan, dengan pengecualian bandara di Makkah dan Madinah.

Baca Juga: Waskita Pastikan LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Aman dan Nyaman

Selain mengancam fasilitas penerbangan, Houthi juga disebut berupaya mengganggu lalu lintas kapal tanker minyak yang melintasi Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Perkembangan ini menambah ketidakpastian mengenai arah konflik di kawasan Timur Tengah. Meski Trump telah menyatakan sedang mempertimbangkan keterlibatan Amerika Serikat, laporan tersebut belum menyebutkan adanya keputusan resmi Washington untuk bergabung dalam aksi militer Arab Saudi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi