Akurat Logo

Mahmoud Abbas Tunda Pemilu Palestina, Pilpres dan Pemilu Parlemen Dijadwalkan 11 September 2027

Fitra Iskandar | 10 Oktober 2026, 20:41 WIB
Mahmoud Abbas Tunda Pemilu Palestina, Pilpres dan Pemilu Parlemen Dijadwalkan 11 September 2027

AKURAT.CO Presiden Palestina Mahmoud Abbas menunda pemilihan umum legislatif yang semula dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Abbas menetapkan 11 September 2027 sebagai tanggal baru untuk pemilihan presiden dan parlemen Palestina di tengah memburuknya kondisi keamanan dan politik di wilayah Palestina.

Keputusan penundaan pemilu Palestina tersebut diumumkan melalui dekret presiden yang dilaporkan kantor berita resmi Palestina, WAFA, pada Sabtu. Pemerintah Palestina menyebut berbagai hambatan akibat kebijakan Israel membuat penyelenggaraan pemilu pada November sulit dilakukan sesuai rencana.

Dekret itu menegaskan bahwa pemilu Palestina harus diselenggarakan dalam kondisi politik, keamanan, dan situasi lapangan yang memungkinkan berlangsungnya pemungutan suara secara bebas, adil, dan inklusif. Abbas juga menyerukan partisipasi warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dan Jalur Gaza dalam pemilihan mendatang.

Konflik Israel Jadi Hambatan Pemilu Palestina

Penundaan pemilu Palestina dilakukan di tengah berbagai persoalan yang memengaruhi persiapan pemungutan suara. Dalam dekret tersebut, Abbas menyoroti serangan militer Israel, perluasan permukiman, kekerasan oleh pemukim Israel, serta pembatasan pergerakan warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Selain itu, Israel disebut masih menahan pendapatan pajak milik Palestina. Kondisi tersebut dinilai menambah kesulitan dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan pemilu sesuai jadwal sebelumnya.

Situasi di Jalur Gaza juga menjadi pertimbangan utama. Dekret presiden menggambarkan kondisi keamanan dan kemanusiaan di wilayah tersebut sebagai situasi luar biasa, sementara penarikan pasukan Israel belum sepenuhnya terlaksana dan upaya rekonstruksi belum menunjukkan kemajuan yang memadai.

Rencana pengerahan pasukan stabilisasi internasional dan kepolisian juga belum terlaksana sesuai pengaturan yang diharapkan. Di sisi lain, pembatasan akses bagi petugas komisi pemilihan dan pengamat internasional ke Gaza serta Yerusalem Timur turut menghambat persiapan pemilu Palestina.

Palestina Belum Gelar Pemilu Sejak 2005-2006

Pemilu yang ditunda tersebut sebelumnya telah diragukan dapat terlaksana pada akhir November 2026. Palestina diketahui belum menyelenggarakan pemilihan legislatif maupun presiden sejak periode 2005-2006.

Persaingan politik antara kelompok Fatah yang dipimpin Mahmoud Abbas dan Hamas menjadi salah satu latar belakang kebuntuan politik Palestina. Setelah periode pemilu tersebut, Hamas mengambil alih kendali Jalur Gaza dan menyingkirkan para loyalis Abbas dari wilayah itu.

Kondisi tersebut membuat penyelenggaraan pemilu nasional Palestina menghadapi tantangan politik berkepanjangan. Rencana pemungutan suara pada September 2027 kini diharapkan dapat membuka jalan bagi pembaruan mandat kepemimpinan melalui proses demokratis.

Abbas Dorong Dialog Nasional Palestina

Keputusan menunda pemilu Palestina diambil setelah adanya resolusi komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), serta konsultasi dengan berbagai faksi dan kekuatan politik Palestina.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.