Akurat Logo

Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?

Hervin Saputra | 8 Oktober 2026, 20:19 WIB
Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
Pesepak bola Timnas Indonesia melakukan selebrasi usai mengalahkan Timnas Thailand dalam pertandingan babak final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). AKURAT.CO/Endra Prakoso.

AKURAT.CO, Selamat untuk Malaysia yang finish di posisi ketiga setelah mengalahkan Vietnam 1-0 dan untuk tim “Eropa-nya Indonesia” yang mengalahkan Thailand untuk memenangi gelar melalui penalti.

Kalimat di atas dipetik dari kolom yang ditulis oleh editor situs berita terkemuka Malaysia New Strait Times, Ajitpal Singh, yang diunggah pada Selasa (6/10/2026), atau sehari selepas final FIFA ASEAN Cup 2026 rampung digelar.

Dalam artikelnya, Ajitpal Singh menyoroti maraknya fenomena pemain naturalisasi hampir di seluruh tim nasional yang turun bertanding pada FIFA ASEAN Cup yang digelar di Indonesia, 21 September–6 Oktober 2026, lalu.

Ajitpal Singh mencatat ada 18 pemain naturalisasi di Timnas Indonesia, 19 pemain di Filipina, 12 pemain di Malaysia, delapan di Vietnam, dan Thailand paling minim dengan tiga pemain.

Baca Juga: Indonesia vs Malaysia: Tampil dengan 10 Pemain, Garuda Tahan Harimau Malaya 0-0

Artikel tersebut sejatinya adalah keresahan sang penulis dengan nasib identitas sepakbola Asia Tenggara dengan banyaknya pemain naturalisasi di FIFA ASEAN Cup. Singh bahkan mengaku merasa aneh melihat pemain keturunan Brasil yang merupakan naturalisasi paling baru di Timnas Malaysia, Bergson Da Silva.

“Di turnamen pertamanya bersama Harimau Malaya, dia (Bergson) menyelesaikannya dengan pencetak gol terbanyak tim dengan empat gol. Tetapi, tetap aneh melihat dia mengenakan seragam warna Harimau Malaya,” tulis Singh.

John Herdman Menolak Batasan Naturalisasi-Lokal di Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, saat menyapa dengan para pendukung usai memenangi laga melawan Thailand dalam pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion GBK, Jakarta, Kamis (1/10/2026).AKURAT.CO/Endra Prakoso.

Pandangan Ajitpal Singh di atas sengaja diambil untuk mengawali artikel ini demi menyadari bahwa fenomena naturalisasi bukan saja soal yang cukup problematik bagi Indonesia, namun juga bagi Negeri Jiran.

Sudah sejak awal ketika naturalisasi makin marak di era kepelatihan Shin Tae-yong (2020-2024), publik sepakbola nasional menyimpan kekhawatiran dengan nasib pemain yang lahir dan merupakan produk asli sepakbola Indonesia.

Bahkan Shin Tae-yong dalam salah satu wawancara di program bincang di Korea Selatan pada 2021 pernah menyebut bahwa ia bisa membawa Timnas Indonesia menjadi tim yang kuat dengan menggunakan pemain naturalisasi sepenuhnya.

Namun, ketika itu Shin Tae-yong menyadari “perasaan” publik Indonesia yang sejatinya lebih senang melihat Garuda didominasi oleh pemain pribumi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.