Akurat Logo

Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait

Fitra Iskandar | 8 Oktober 2026, 10:06 WIB
Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
tentara AS di Kuwait, Camp Buehring, serangan Iran, serangan Iran ke Kuwait, pasukan AS di Kuwait, militer AS, pangkalan militer AS, Camp Buehring diserang, tentara Amerika Serikat, Iran serang pangkalan AS, rudal Iran, drone Iran, kekurangan amunisi AS, CENTCOM, Pentagon, Camp Arifjan, perang Iran dan AS. Ilustrasi tentara AS.

AKURAT.CO Sejumlah tentara Amerika Serikat (AS) akhirnya meninggalkan Camp Buehring di Kuwait setelah bertahan di pangkalan tersebut usai evakuasi. Keputusan itu diambil setelah serangan Iran berulang kali menghantam kawasan sekitar pangkalan militer AS, sementara pasukan yang tersisa menghadapi kekhawatiran kekurangan amunisi dan peralatan pertahanan.

Laporan investigasi CBS News mengungkap lebih dari 100 tentara AS di Camp Buehring tetap berada di pangkalan setelah sebagian besar personel dievakuasi sebelum perang dimulai. Sumber yang diwawancarai CBS mengatakan para tentara khawatir tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menghadapi serangan besar yang berpotensi menyebabkan banyak korban.

“Kami harus meninggalkan pangkalan,” kata salah seorang sumber kepada CBS secara anonim karena aturan militer membatasi personel berbicara kepada media.

Ribuan Tentara AS Dievakuasi Sebelum Perang

Menurut sumber yang dikutip CBS, sekitar 7.000 tentara AS sebelumnya ditempatkan di Camp Buehring. Sebagian besar telah dipindahkan sebelum pertempuran dimulai.

Namun, lebih dari 100 personel tetap berada di instalasi militer tersebut. Mereka kemudian menghadapi serangkaian serangan yang melibatkan rudal balistik dan drone.

CBS memperoleh rekaman serangan dan kerusakan di Camp Buehring. Jaringan televisi tersebut mengatakan telah memeriksa metadata rekaman serta membandingkannya dengan foto-foto kerusakan untuk memastikan keasliannya.

Para personel yang tersisa akhirnya membawa perlengkapan menggunakan kendaraan dan meninggalkan Camp Buehring pada malam hari menuju kawasan gurun Kuwait.

Di lokasi terpencil tersebut, mereka mendirikan sejumlah pangkalan operasi depan atau forward operating bases.

Serangan Iran dan Kekurangan Amunisi

Keputusan meninggalkan Camp Buehring dilakukan setelah pangkalan tersebut menghadapi serangan rudal balistik dan drone.

Tiga personel militer yang diwawancarai CBS juga mengaku melihat pesawat F-5 Iran dalam rangkaian serangan tersebut. Laporan mengenai keberadaan pesawat tempur Iran itu sebelumnya juga diberitakan NBC News pada April.

Selain ancaman serangan, CBS melaporkan adanya kekurangan serius amunisi kaliber .50 di Camp Buehring.

Seorang pejabat logistik Angkatan Darat AS yang bertugas di lokasi lain di Kuwait menguatkan kekhawatiran mengenai ketersediaan amunisi dan sejumlah perlengkapan pertahanan lainnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.