Akurat Logo

Menteri PPPA Dorong Jakarta Jadi Percontohan Pemenuhan Hak Anak Disabilitas

Okto Rizki Alpino | 10 Oktober 2026, 21:16 WIB
Menteri PPPA Dorong Jakarta Jadi Percontohan Pemenuhan Hak Anak Disabilitas
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, dalam acara Special Kids Expo atau Neurodiversity Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026). - ANTARA/Risky Syukur

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendorong Jakarta menjadi proyek percontohan dalam pemenuhan hak anak penyandang disabilitas.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta diharapkan memberikan akses yang setara, agar anak-anak dengan kebutuhan khusus dapat tumbuh dan berkembang.

"Jakarta bisa menjadi pilot project bagaimana Pemerintah Jakarta mencoba dan berusaha memberikan akses yang sama untuk anak-anak kita tumbuh dan berkembang dalam pemenuhan hak-haknya," kata Arifah, dalam Special Kids Expo atau Neurodiversity Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026).

Baca Juga: Pramono Buka Peluang Anak Disabilitas Dapat Beasiswa LPDP Jakarta

Menurutnya, anak-anak penyandang disabilitas membutuhkan kesempatan yang sama untuk memenuhi hak-hak mereka. Mereka juga ingin didengar, dihargai, diterima, dan dilindungi.

"Dalam peringatan Hari Anak kami memfasilitasi keinginan dari anak-anak penyandang disabilitas. Mereka hanya ingin didengar, dihargai, diterima, dan dilindungi serta diberikan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang," ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Perluas Layanan Disabilitas, dari Sekolah hingga Lapangan Kerja

Arifah menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi berbagai pihak, untuk memenuhi hak anak sesuai dengan amanat undang-undang. Kerja sama pemerintah, keluarga, dan masyarakat menjadi fondasi pelaksanaan ketentuan tersebut.

Dia juga menyoroti tantangan yang dihadapi orang tua dalam membesarkan anak berkebutuhan khusus. Arifah meminta para orang tua tidak merasa sendirian karena pemenuhan hak dan pendampingan anak membutuhkan dukungan bersama.

"Tidak mudah untuk menjadi orang tua dengan anak yang memiliki kebutuhan khusus. Tapi ini harus tetap disyukuri dan ayah bunda tidak sendiri, kita akan melakukan ini bersama-sama," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.