Iran Desak Irak Buka Lagi Penerbangan, Sanksi AS Jadi Penghalang

AKURAT.CO Iran mendesak Irak mencabut pembatasan penerbangan yang masih berlaku akibat sanksi Amerika Serikat (AS) dan memulihkan layanan penerbangan normal antara kedua negara.
Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan pada Kamis mengecam kebijakan AS yang disebutnya sebagai upaya "ilegal dan tidak manusiawi" untuk mengganggu perdagangan dan transportasi udara Iran melalui penerapan sanksi di luar wilayah AS.
Teheran meminta pemerintah Irak mengambil langkah untuk menghapus pembatasan tersebut. Iran menilai mobilitas jutaan warga Iran dan Irak membutuhkan pendekatan yang independen dan bertanggung jawab dari kedua pemerintah.
Persoalan penerbangan Iran-Irak muncul setelah AS mulai memberlakukan sanksi terhadap perusahaan yang melakukan bisnis dengan maskapai Iran. Kebijakan tersebut membuat sejumlah bandara di kawasan menghentikan atau membatasi layanan untuk maskapai Iran.
Penerbangan Iran-Irak Mulai Dibuka Terbatas
Sebelumnya, penerbangan antara Iran dan Najaf kembali berjalan pada akhir September setelah sempat dihentikan. Pemerintah Irak juga melakukan pembicaraan dengan Washington untuk mendapatkan pengecualian dari sanksi AS dengan alasan kemanusiaan.
Pengecualian tersebut mencakup kebutuhan perjalanan untuk pengobatan, pendidikan, kunjungan keagamaan serta kepentingan warga sipil.
Reuters kemudian melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump memberikan izin terbatas bagi Iraqi Airways untuk mengoperasikan penerbangan antara Iran dan Najaf, khususnya bagi warga Iran yang melakukan perjalanan sebagai peziarah. Izin tersebut berlaku terbatas dan tidak berarti seluruh penerbangan Iran-Irak kembali normal.
Menurut laporan Shafaq News, izin tersebut membatasi penerbangan pada rute dari dan menuju Bandara Internasional Najaf serta hanya untuk penumpang Iran yang melakukan perjalanan keagamaan.
Baghdad, Erbil dan Sulaimaniyah Masih Terkendala
Sebelum adanya pembukaan terbatas di Najaf, seluruh empat bandara Irak yang melayani penerbangan Iran, yakni Baghdad, Najaf, Erbil dan Sulaimaniyah, sempat menghentikan penerbangan dari dan menuju Iran.
Penghentian tersebut terjadi setelah Washington mengumumkan sanksi baru terhadap perusahaan di berbagai negara yang menyediakan layanan bagi maskapai Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







