Akurat Logo

Tragis! 12 Paus Pembunuh Kerdil Mati Terdampar di Pantai Selandia Baru

Fitra Iskandar | 2 Oktober 2026, 12:35 WIB
Tragis! 12 Paus Pembunuh Kerdil Mati Terdampar di Pantai Selandia Baru
12 Hiu pembunuh mati di Pantai Selandia Baru - Anadolu

AKURAT.CO Sedikitnya 12 paus pembunuh kerdil (pygmy killer whales) ditemukan mati setelah terdampar di Ninety Mile Beach, Selandia Baru. Upaya penyelamatan belasan paus langka tersebut terkendala kondisi laut yang buruk.

Radio New Zealand melaporkan, sebanyak 15 paus pembunuh kerdil ditemukan terdampar di pantai wilayah Far North District pada Kamis. Petugas konservasi bersama sejumlah relawan kemudian dikerahkan untuk melakukan upaya penyelamatan.

Petugas konservasi Joel Lauterbach mengatakan paus-paus tersebut ditemukan tersebar di sepanjang beberapa kilometer garis pantai. Namun, kondisi laut yang penuh tantangan membuat proses penyelamatan menjadi sulit.

Gelombang tinggi, pasang laut, serta cahaya yang semakin redup menjadi sejumlah kendala dalam proses evakuasi paus terdampar di Selandia Baru tersebut.

"Kondisi tetap menantang hari ini," kata Lauterbach saat proses penguburan paus yang telah mati mulai dilakukan.

Menurut Lauterbach, petugas masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui secara lebih lengkap penyebab dan kondisi yang melatarbelakangi terdamparnya paus pembunuh kerdil tersebut.

Peristiwa serupa pernah terjadi di lokasi yang sama pada 2018. Saat itu, sekitar 12 paus pembunuh kerdil juga ditemukan terdampar.

Sebanyak delapan paus pada kejadian tersebut sempat dibawa ke perairan yang lebih tenang untuk upaya pelepasan kembali. Namun, hanya satu paus yang berhasil bertahan setelah proses tersebut.

Pygmy killer whale merupakan salah satu jenis paus yang relatif jarang ditemukan. Kasus terdamparnya belasan paus di Ninety Mile Beach kembali menjadi perhatian petugas konservasi, terutama karena sebagian besar paus yang ditemukan kali ini tidak berhasil diselamatkan.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.