Geo Dipa Batal Ditukar PNM, Ini Alasannya

AKURAT.CO PT Geo Dipa Energi (Persero) tetap dipertahankan sebagai special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.
Perusahaan panas bumi tersebut sebelumnya sempat masuk dalam pembahasan pertukaran dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis mengatakan rencana pertukaran tersebut tidak berlanjut setelah tidak memperoleh persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
“Waktu Agustus yang lalu kan pak Menkeu Purbaya (saat itu), menyampaikan bahwa tidak jadi pertukarannya antara Geo Dipa dengan PNM karena tidak diberikan izin oleh Presiden,” kata Yudistian di Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Geo Dipa Usul PBB Tubuh Bumi Proyek Panas Bumi Dikaji Ulang
Usut punya usut, wacana pertukaran tersebut sebelumnya mencuat pada April 2026 ketika Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pihaknya sedang menjajaki opsi mengambil alih PNM dari Danantara. Salah satu skema yang dibahas adalah menukar PNM dengan Geo Dipa Energi.
Namun, menurut Yudistian, Geo Dipa memiliki fungsi yang lebih luas sebagai bagian dari instrumen pemerintah untuk mengembangkan ekonomi hijau. Karena itu, posisi perusahaan sebagai SMV Kementerian Keuangan dinilai tetap diperlukan.
Baca Juga: Geo Dipa Ungkap Beban Fiskal Panas Bumi Hampir 40 Persen, Ada Apa?
Yudistian mengatakan, sebelum Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara hadir, Geo Dipa memang sempat menjadi perhatian Kementerian BUMN. Perusahaan tersebut bahkan pernah diarahkan untuk masuk ke dalam ekosistem Pertamina atau PLN.
“Itu (Geo Dipa Energi) dianggap 'salah kamar'. Kok ada (perusahaan) energi di Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








