Ketegangan Israel-Iran Mereda, IDF Tetap Siaga Hadapi Skenario Perang Baru

AKURAT.CO Peluang meluasnya konfrontasi militer antara Israel dan Iran dalam waktu dekat dinilai semakin kecil setelah serangkaian pembahasan antara pejabat keamanan Israel dan pejabat senior Amerika Serikat.
Meski demikian, sumber keamanan pada Jumat (21/8) menegaskan bahwa Israel Defense Forces (IDF) tetap bersiap menghadapi skenario terburuk, termasuk kemungkinan dimulainya kembali serangan terhadap Iran.
Menurut para pejabat tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih memperketat tekanan terhadap Iran melalui paket sanksi ekonomi baru sebagai strategi untuk menunda eskalasi militer setidaknya hingga pemilu sela (midterm elections) di AS.
IDF Tingkatkan Kesiapan di Semua Lini
Sebagai antisipasi, IDF meningkatkan kesiapan operasional di berbagai sektor, mulai dari intelijen, pengadaan persenjataan, produksi rudal pencegat, pengembangan daftar target strategis, hingga kesiapan Angkatan Udara untuk operasi pertahanan maupun serangan.
Langkah tersebut dilakukan meskipun para pejabat menilai kemungkinan perang dalam waktu dekat telah menurun.
Namun, mereka mengingatkan bahwa efektivitas strategi Washington masih bergantung pada kemampuan AS menekan negara-negara yang tetap mendukung Iran melalui perdagangan minyak, transaksi perbankan, pengiriman dana, hingga pasokan bahan baku.
Seorang sumber keamanan mengatakan sanksi tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa penegakan yang jauh lebih agresif.
Israel Khawatir Anggaran Perang Belum Siap
Di sisi lain, lembaga pertahanan Israel mengkhawatirkan keterlambatan persetujuan anggaran dapat menghambat persiapan menghadapi perang berintensitas tinggi.
Pejabat pertahanan menyebut pemerintah perlu segera mengesahkan perubahan batas defisit anggaran agar proses pengadaan amunisi, pembelian pesawat tempur baru, dan sistem senjata canggih dapat dipercepat.
Pembahasan lanjutan antara IDF, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Keuangan dijadwalkan berlangsung pada awal pekan depan untuk mempercepat proses tersebut.
Seorang pejabat keamanan menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai langkah strategis terhadap Iran berada di tangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo







