Pemilu Parlemen Rusia 2026 Dimulai, Putin Uji Dukungan Publik di Tengah Perang Ukraina

AKURAT.CO Pemilu parlemen Rusia 2026 resmi dimulai pada Jumat (18/9/2026), dalam pemungutan suara tiga hari yang menjadi pemilu legislatif pertama sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.
Pemilu parlemen Rusia 2026 digelar hingga Minggu (20/9) untuk memilih 450 anggota Duma Negara, majelis rendah parlemen Rusia. Sekitar 111 juta warga Rusia tercatat memiliki hak pilih, sementara pemerintah memperpanjang pemungutan suara menjadi tiga hari dan menyediakan opsi pemungutan suara elektronik untuk mendorong partisipasi.
Pemilu ini berlangsung ketika perang Rusia-Ukraina memasuki tahun kelima dan persaingan politik di dalam negeri semakin terbatas. Partai Rusia Bersatu atau United Russia yang menjadi kendaraan politik utama Kremlin diperkirakan tetap mempertahankan dominasinya di Duma, sementara partai-partai oposisi yang masih diperbolehkan ikut pemilu tidak secara fundamental menentang kebijakan pemerintah dalam isu-isu utama.
Putin Sebut Pemilu sebagai Bukti Persatuan Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menurut kantor berita pemerintah memberikan suara secara daring pada Jumat, sebelumnya menyerukan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
Putin mengatakan pilihan rakyat Rusia akan menunjukkan bahwa jutaan warga berdiri di belakang para tentara yang berperang di Ukraina. Ia juga menggambarkan masyarakat Rusia sebagai bangsa yang dipersatukan oleh nilai-nilai bersama, ingatan sejarah, dan kecintaan terhadap tanah air.
Kremlin berkepentingan menjadikan pemilu ini sebagai gambaran dukungan publik terhadap kebijakan pemerintah, termasuk perang di Ukraina. Reuters melaporkan bahwa pemilu juga dipandang sebagai indikator tingkat kejenuhan masyarakat terhadap perang dan dampaknya terhadap ekonomi Rusia.
450 Kursi Duma Diperebutkan
Dalam pemilu parlemen Rusia 2026, sebanyak 450 kursi Duma Negara diperebutkan melalui dua mekanisme.
Sebanyak 225 kursi ditentukan berdasarkan daftar partai secara nasional. Sementara 225 kursi lainnya diperebutkan melalui daerah pemilihan beranggota tunggal, sehingga pemilih memilih kandidat secara langsung.
Selain pemilu Duma, Rusia juga menggelar pemilihan kepala daerah dan legislatif regional di sejumlah wilayah.
Namun, kompetisi politik dalam pemilu kali ini berlangsung dalam kondisi yang jauh berbeda dibanding pemilu parlemen sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa 2026/27: Skor, H2H, Susunan Pemain
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana







