Vladimir Putin Copot Kepala Diplomasi Budaya, Alat "Soft Power" Andalan Rusia Berubah Strategi?

AKURAT.CO Presiden Rusia, Vladimir Putin, resmi mencopot Yevgeny Primakov dari jabatan kepala lembaga diplomasi budaya negara dan menunjuk Igor Chaika sebagai penggantinya. Pergantian ini langsung menarik perhatian karena menyangkut peran strategis lembaga Rossotrudnichestvo dalam memperluas pengaruh Rusia di luar negeri.
Alat “Soft Power” Andalan Kremlin
Rossotrudnichestvo berada di bawah Kementerian Luar Negeri Rusia dan dikenal sebagai salah satu instrumen utama Kremlin dalam menjalankan diplomasi budaya atau “soft power”.
Lembaga ini mengelola jaringan global pusat kebudayaan yang dikenal sebagai “Russian House”, serta berbagai program untuk komunitas berbahasa Rusia dan diaspora yang sejalan dengan kepentingan Moskow.
Primakov sendiri telah memimpin lembaga tersebut sejak Juni 2020. Ia merupakan cucu dari mantan Perdana Menteri Rusia sekaligus eks kepala intelijen luar negeri, Yevgeny Primakov Sr..
Disorot Sejak Perang Ukraina
Sejak konflik antara Rusia dan Ukraina memanas, terutama setelah invasi besar-besaran pada 2022, aktivitas Rossotrudnichestvo dan jaringan Russian House semakin mendapat sorotan internasional.
Sejumlah negara menuding pusat-pusat budaya tersebut tidak hanya menjalankan fungsi kebudayaan, tetapi juga diduga menjadi sarana operasi intelijen dan penyebaran pengaruh politik Rusia.
Selain itu, sejak perang berlangsung, program-program yang dijalankan disebut semakin aktif mempromosikan narasi resmi Kremlin di berbagai negara.
Sejumlah Negara Ambil Tindakan
Beberapa negara bahkan telah mengambil langkah tegas. Azerbaijan memerintahkan penghentian operasional Russian House di Baku pada 2025 setelah muncul laporan dugaan aktivitas intelijen.
Langkah serupa diambil oleh Moldova, di mana parlemen negara tersebut memutuskan menutup Russian Center for Science and Culture di ibu kota Chișinău dengan alasan keamanan nasional.
Sinyal Perubahan Strategi?
Penunjukan Igor Chaika dinilai sebagai langkah Putin untuk memperkuat kendali sekaligus merombak strategi pengaruh global Rusia di tengah tekanan internasional.
Meski belum ada penjelasan resmi terkait alasan pencopotan Primakov, pergantian ini terjadi di saat peran diplomasi non-militer Rusia semakin krusial dalam menghadapi isolasi dari negara-negara Barat.
Langkah terbaru Kremlin ini menandai babak baru dalam upaya Rusia mempertahankan pengaruhnya di panggung global melalui jalur budaya dan informasi.
Sumber: Kyivpost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta






