Trump Bertekad Isolasi Iran Secara Ekonomi, Negara dan Perusahaan yang Bantu Teheran Terancam Sanksi Berat
AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran. Pada Kamis, Trump mengumumkan langkah baru untuk mengisolasi Iran secara ekonomi dan mengancam negara maupun perusahaan yang masih mempertahankan hubungan finansial dan perdagangan dengan Teheran.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump memperingatkan pihak-pihak yang tetap membantu Iran akan menghadapi “konsekuensi ekonomi yang sangat berat.”
Trump juga menuding Iran telah menyia-nyiakan kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Ia menyebut kebijakan yang akan diterapkan AS sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun.”
“Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Trump.
Trump menggambarkan kondisi Iran saat ini sebagai negara yang mengalami pelemahan serius setelah berbulan-bulan konflik. Menurutnya, kekuatan angkatan laut Iran telah menghilang, angkatan udaranya hancur, sementara fasilitas produksi militernya mengalami kerusakan parah.
Ia juga menyoroti kondisi mata uang Iran yang disebutnya sudah kehilangan nilai dan “bergantung pada seutas benang.”
Trump memperingatkan bahwa negara-negara yang membiarkan bank, perusahaan, bandara, maupun lembaga pemerintahnya membantu Iran dapat menghadapi tindakan hukuman ekonomi dalam skala besar.
Langkah tersebut menandai upaya Washington untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran setelah proses diplomatik kedua negara belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa pemerintah AS tengah mempersiapkan langkah-langkah ekonomi baru terhadap Iran. Kebijakan itu diperkirakan bertujuan meningkatkan tekanan terhadap Teheran sekaligus mendorong pemerintah Iran kembali ke meja perundingan.
Batas Waktu Negosiasi AS-Iran Berakhir
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menandatangani memorandum sementara pada 17 Juni yang ditujukan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas.
Namun, periode negosiasi selama 60 hari yang ditetapkan Washington berakhir pada Senin tanpa tercapainya penyelesaian permanen.
Trump kemudian mengatakan tidak ada pembicaraan dengan Iran yang sedang berlangsung maupun yang telah dijadwalkan.
Sumber: UPI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver







