RI Bidik Industri AI dan Semikonduktor, Tak Mau Cuma Jadi Pasar

AKURAT.CO Pemerintah mendorong pengembangan AI, semikonduktor, dan talenta digital untuk meningkatkan produktivitas serta memperkuat daya saing industri Indonesia.
Pemerintah mendorong pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), semikonduktor, dan talenta digital untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri teknologi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia perlu membangun sumber pertumbuhan baru di tengah dinamika perekonomian global. Upaya tersebut tidak cukup hanya dengan menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlu diikuti penguatan industri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Baca Juga: Perkuat Industri Semikonduktor, RI Belajar Manufaktur Presisi Ala Jepang
“Indonesia harus terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan baru. Kita tidak hanya perlu menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan produktivitas, memperkuat industri, dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).
Menurut Airlangga, transformasi digital menjadi salah satu peluang yang perlu dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan produktivitas. Dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dinilai perlu mengambil peran lebih besar, tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pengembang yang mampu menciptakan nilai tambah.
Penguatan ekosistem digital pun menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Pemerintah menilai keterhubungan antara pusat data (data center), AI, semikonduktor, dan talenta digital akan berperan dalam menentukan daya saing industri nasional pada masa mendatang.
Salah satu langkah yang telah ditempuh pemerintah adalah menjalin kerja sama pengembangan teknologi semikonduktor dengan ARM Holdings dari Inggris. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan desain semikonduktor sekaligus menyiapkan talenta yang dibutuhkan industri.
Selain semikonduktor, Indonesia juga terlibat dalam kerja sama internasional untuk pengembangan AI. Indonesia berpartisipasi sebagai anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), sebuah wadah kerja sama yang mendorong pengembangan dan tata kelola kecerdasan buatan.
Di tingkat regional, pemerintah turut mendorong integrasi ekonomi digital melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas integrasi ekonomi digital di kawasan.
Talenta Digital Jadi Kunci
Di tengah dorongan pengembangan industri teknologi, kesiapan tenaga kerja menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab. Perkembangan AI, semikonduktor, dan teknologi digital berpotensi mengubah kebutuhan kompetensi di berbagai sektor industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









