Iran Klaim Batalkan Serangan Setelah Ukraina Meminta Maaf
AKURAT.CO Iran mengklaim sempat mempersiapkan serangan terhadap tiga lokasi di Ukraina sebelum akhirnya membatalkan operasi tersebut setelah menerima permintaan maaf dari pemerintah Kyiv. Pernyataan itu disampaikan penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mohsen Rezaei, pada Senin (4/8/2026).
Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Rezaei mengatakan angkatan bersenjata Iran telah menyelesaikan seluruh persiapan untuk melancarkan serangan sebelum keputusan pembatalan dibuat.
Menurutnya, operasi tersebut dihentikan setelah adanya langkah diplomatik dari Ukraina yang dianggap sebagai bentuk permintaan maaf atas insiden sebelumnya.
Namun, Rezaei tidak menjelaskan secara rinci lokasi maupun waktu rencana serangan yang dimaksud.
Iran Ancam Kapal yang Gunakan Jalur Tidak Resmi di Selat Hormuz
Selain membahas ketegangan dengan Ukraina, Rezaei juga mengeluarkan peringatan terkait aktivitas maritim di Selat Hormuz.
Ia menegaskan Iran tidak akan mengizinkan adanya jalur pelayaran alternatif di luar rute yang telah ditentukan oleh Teheran. Menurutnya, setiap kapal perang asing yang mencoba menggunakan "jalur ilegal" akan menjadi sasaran.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan terkait keamanan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia itu.
Iran Klaim Serangan ke AS Berhasil Gagalkan Target Militer Washington
Rezaei juga mengklaim Iran berhasil memberikan kerugian besar terhadap pasukan Amerika Serikat dalam konflik bersenjata terbaru yang berlangsung selama 17 hari.
Ia menyebut serangan rudal dan drone Iran telah menggagalkan tujuan militer Washington di kawasan.
Namun, klaim tersebut belum mendapat konfirmasi independen dari pihak Amerika Serikat.
Ketegangan Iran-Ukraina Meningkat Usai Insiden Kapal Dagang
Pernyataan Rezaei muncul setelah Iran menuduh Ukraina melakukan serangan terhadap sebuah kapal komersial Iran di Laut Kaspia pada 25 Juli. Insiden tersebut disebut menewaskan satu awak kapal.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha bahwa Kyiv harus memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.
Ukraina belum memberikan penjelasan lengkap terkait tuduhan tersebut.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 2Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 5Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 6Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 7Blue Bird Cetak Laba Rp474 Miliar, Salah Satunya Ditopang oleh Keuntungan Penjualan Armada yang Melonjak
- 8Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








