Iran Bantah Dua Diplomat Prancis Dianiaya, Paris Siapkan Respons atas Insiden di Teheran

AKURAT.CO Pemerintah Iran membantah tuduhan bahwa aparat keamanan negara tersebut melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap dua diplomat Prancis yang sempat ditahan selama beberapa jam di Teheran.
Pernyataan itu disampaikan pejabat Kementerian Luar Negeri Iran, Mohammad Tanhaei, pada Rabu dan dikutip media pemerintah Iran. Menurutnya, kedua staf Kedutaan Besar Prancis tersebut hanya dimintai keterangan setelah bertemu dengan sejumlah individu yang tengah diselidiki atas alasan keamanan.
Tanhaei mengatakan, aparat keamanan langsung membawa keduanya ke kepolisian diplomatik setelah mengetahui bahwa mereka memiliki hubungan dengan Kedutaan Besar Prancis.
Ia juga membantah adanya tindakan intimidasi terhadap kedua diplomat tersebut selama proses pemeriksaan.
Namun, pemerintah Prancis dengan cepat menolak pernyataan Iran tersebut. Paris sebelumnya telah memanggil kuasa usaha Iran pada Selasa untuk menyampaikan protes atas insiden yang melibatkan dua staf Kedutaan Besar Prancis.
Menurut Kementerian Luar Negeri Prancis, kedua diplomat tersebut ditahan dan mengalami intimidasi secara fisik maupun verbal oleh aparat keamanan Iran.
Ponsel mereka disebut disita dan keduanya dilarang menghubungi pihak kedutaan selama berada dalam penahanan. Paris menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap aturan dan konvensi diplomatik.
Prancis juga menyebut salah satu diplomat yang ditahan, yakni atase kebudayaan, mengalami kekerasan fisik.
Prancis Bantah Diplomat Bertemu Individu yang Diselidiki Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Pascal Confavreux, membantah klaim Iran mengenai alasan penahanan kedua diplomat tersebut.
Menurut Confavreux, kedua diplomat sedang menjalankan tugas profesional dan bertemu dengan seorang pemasok untuk kepentingan kedutaan.
"Mereka bertindak dalam kerangka profesional dan, meskipun telah menunjukkan identitas serta profesi mereka, tetap ditahan selama empat jam," kata Confavreux.
Ia kembali menegaskan bahwa salah satu diplomat mengalami kekerasan fisik selama insiden tersebut.
Prancis juga menilai kejadian ini bukan insiden yang berdiri sendiri. Paris menyebut terdapat pola intimidasi terhadap warga dan perwakilan Prancis di Iran dalam beberapa bulan terakhir.
Situasi tersebut terjadi ketika Prancis berupaya meningkatkan dukungan dan hubungan dengan masyarakat sipil Iran setelah pemerintah Teheran melakukan tindakan keras terhadap gelombang protes yang terjadi pada awal tahun.
Sejak saat itu, pemerintah Iran dilaporkan meningkatkan langkah-langkah keamanan domestik, termasuk penangkapan, eksekusi, serta pengerahan pasukan keamanan di sejumlah wilayah.
Prancis Pertimbangkan Langkah Balasan
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot sebelumnya menegaskan bahwa insiden yang melibatkan dua diplomat tersebut tidak akan berlalu tanpa konsekuensi.
Pemerintah Prancis kini disebut tengah mempertimbangkan sejumlah opsi sebagai respons terhadap tindakan aparat Iran. Sumber diplomatik menyebut keputusan mengenai langkah yang akan diambil Paris kemungkinan diumumkan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan dirinya telah berbicara dengan Barrot pada Selasa mengenai insiden tersebut.
Araqchi menilai tindakan kedua diplomat Prancis sebagai sesuatu yang "tidak lazim dan tidak profesional". Ia juga meminta pemerintah Prancis mengambil langkah untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Perselisihan diplomatik ini berpotensi semakin memperburuk hubungan antara Prancis dan Iran yang sebelumnya telah menghadapi ketegangan akibat situasi politik dan keamanan di kawasan.
Sumber: JPost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon







