Akurat Logo

Demo 28 Agustus Pecah, Mahasiswa Saling Dorong dengan Polisi di Depan Gedung UOB

Okto Rizki Alpino | 28 Oktober 2026, 16:07 WIB
Demo 28 Agustus Pecah, Mahasiswa Saling Dorong dengan Polisi di Depan Gedung UOB
Mahasiswa terus berusaha merangsak maju menuju Bundaran HI, Rabu (28/10/2026). - Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta merangsek menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026), dalam aksi memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Mereka mendesak pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bertanggung jawab atas persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tekanan ekonomi, serta sulitnya lapangan kerja.

Massa aksi terus berdatangan dan bergerak maju menuju Bundaran HI. Namun, langkah mereka tertahan barikade aparat kepolisian dan TNI, yang berjaga untuk menghalau demonstran mendekati kawasan tersebut.

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Bundaran HI Soal Karhutla, Polisi Pasang Barikade Lima Lapis

Hasilnya, aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian pecah di depan gedung UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Massa aksi yang sempat tertahan barikade pasukan kepolisian, menerobos maju menuju Bundaran HI.

Mereka sudah tertahan sejak pukul 14.30 WIB dan tidak mendapatkan kejelasan terhadap demonstrasi yang dipusatkan di Bundaran HI. Massa aksi terus meneriakkan yel-yel "Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan" dan "Revolusi". Seruan itu berulang kali terdengar saat massa menyuarakan tuntutan mereka.

Dorongan-dorongan antara ratusan mahasiswa dan aparat kepolisian tak terelakan hingga membuat mereka berjatuhan akibat aksi tersebut.

Baca Juga: Demo di Bundaran HI, Delapan Rute Transjakarta Dialihkan hingga Tak Beroperasi

Pantauan di lokasi hingga pukul 15.55 WIB massa aksi dengan petugas masih terbatas adu mulut dan dorong-dorongan di depan gedung UOB dan The City Tower Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat.

Selain meminta pemerintah bertanggung jawab atas persoalan karhutla, mahasiswa menyoroti kondisi ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat. Mereka juga menilai kesempatan memperoleh pekerjaan masih sulit.

Mahasiswa mendesak perubahan kebijakan agar kondisi ekonomi membaik. Mereka turut menuntut pendidikan tinggi gratis sehingga biaya perkuliahan tidak lagi menjadi beban mahasiswa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.