Bandara Internasional Erbil Ditutup, Empat Drone Serang Konsulat AS di Ibu Kota Kurdistan Irak

AKURAT.CO Sistem pertahanan udara di Konsulat Amerika Serikat (AS) di Erbil, ibu kota wilayah Kurdistan Irak, berhasil mencegat dan menembak jatuh empat drone yang diduga menargetkan fasilitas tersebut pada Selasa malam.
Informasi itu disampaikan sumber keamanan lokal kepada Xinhua. Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut mengatakan, keempat drone berhasil dihentikan sebelum mencapai sasaran.
"Pertahanan udara mencegat empat drone sebelum mencapai target," kata sumber keamanan Kurdi tersebut.
Berdasarkan laporan awal, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam serangan tersebut.
Serangan drone itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah Erbil. Dalam beberapa hari terakhir, Konsulat AS di kota tersebut dilaporkan beberapa kali menjadi sasaran serangan drone.
Pada hari yang sama, Direktur Bandara Internasional Erbil Ahmed Hoshyar mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan. Keputusan itu diambil setelah serangkaian serangan drone dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah kota.
Namun, aktivitas penerbangan kembali dilanjutkan tidak lama setelah situasi dinilai memungkinkan.
Situasi keamanan di wilayah utara Irak sebelumnya juga telah menelan korban dari pihak militer AS. Komando Pusat AS atau United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi pada Minggu bahwa seorang tentara AS tewas dan seorang lainnya terluka dalam sebuah insiden di Irak utara.
Insiden tersebut terjadi saat militer melakukan peledakan terkendali terhadap sisa-sisa bahan peledak dari sebuah drone serang satu arah buatan Iran yang sebelumnya berhasil dijatuhkan.
Serangan terbaru di Erbil terjadi ketika ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat. Kedua negara terlibat dalam aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir.
AS dilaporkan melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Sebagai respons, Iran juga menyerang sejumlah pangkalan dan fasilitas militer AS di berbagai lokasi di kawasan Timur Tengah.
Rangkaian serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik antara AS dan Iran dapat meluas dan mengancam stabilitas keamanan kawasan, termasuk Irak yang selama ini menjadi lokasi sejumlah fasilitas dan pangkalan militer AS.
Sumber: APA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








