Soal Wacana Penarikan Pasukan TNI dari UNIFIL, TB Hasanuddin: Jangan Tergesa-gesa

AKURAT.CO Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menegaskan, wacana penarikan pasukan TNI dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa, meski telah terjadi insiden yang menewaskan tiga prajurit Indonesia.
Menurutnya, langkah utama yang harus dilakukan pemerintah dan Mabes TNI saat ini adalah melakukan investigasi menyeluruh, disertai evaluasi taktis dan teknis terhadap pelaksanaan tugas di lapangan.
“Soal penarikan mundur, menurut saya, pertama lakukan investigasi terlebih dahulu. Kedua, lakukan evaluasi taktis dan teknis,” ujar TB Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, evaluasi tersebut penting untuk mengidentifikasi kemungkinan faktor operasional yang perlu diperbaiki, mulai dari penggunaan atribut, prosedur, hingga kebijakan di lapangan.
“Apakah ada hal-hal yang tidak sesuai, seperti penggunaan kode, atribut, atau prosedur yang bisa memicu risiko di lapangan, itu harus dievaluasi,” katanya.
TB Hasanuddin menegaskan, keputusan penarikan pasukan tidak bisa hanya didasarkan pada adanya korban jiwa semata.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu kontributor terbesar dalam misi UNIFIL.
“Jangan karena ada korban lalu langsung mengundurkan diri. Justru kita termasuk negara dengan kontribusi pasukan terbesar di sana,” tegasnya.
Baca Juga: Pemerintah Desak PBB Usut Tuntas Serangan ke Prajurit TNI di Lebanon
Ia menambahkan, masa penugasan UNIFIL sendiri dijadwalkan berakhir pada 31 Desember tahun ini, sehingga hanya tersisa beberapa bulan ke depan.
“Kalau hasil investigasi dan evaluasi menunjukkan sudah tidak efektif atau tidak ada manfaatnya, baru kita pertimbangkan untuk mundur dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai penarikan pasukan secara total berpotensi berdampak pada komitmen Indonesia sebagai anggota PBB dalam menjaga perdamaian dunia.
“Kalau mundur begitu saja, itu tidak baik karena kita sudah memiliki komitmen kepada PBB,” katanya.
Sebagai alternatif, TB Hasanuddin mengusulkan penyesuaian taktis di lapangan, seperti reposisi pasukan ke wilayah yang lebih aman tanpa harus menarik seluruh personel dari misi.
“Mungkin bisa mundur secara taktis, mencari posisi yang lebih aman dan tidak menjadi sasaran. Tapi bukan mundur dari penugasan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon










