Di Depan Parlemen, PM Spanyol Pedro Sanchez Semakin Keras Kritik AS: Perang Iran Itu Tragedi!

AKURAT.CO Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, pada Rabu mengkritik keras perang Iran dengan menyebutnya sebagai “kesalahan besar” serta memperingatkan dampak luas yang ditimbulkan. Ia juga menegaskan Spanyol menolak terlibat dalam konflik tersebut.
Berbicara di parlemen, Sanchez menyatakan perang tersebut membawa biaya kemanusiaan, moral, ekonomi, dan keamanan yang tidak dapat diterima oleh negaranya.
Ia menilai situasi saat ini bahkan lebih buruk dibandingkan Perang Irak 2003, dengan potensi dampak yang lebih luas dan mendalam.
“Sejarah terulang, namun kali ini bukan sebagai lelucon, melainkan tragedi. Jika dulu Irak, kini Iran,” ujarnya, seraya menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil peran serupa dengan George W. Bush dalam mendorong perang.
Sanchez menegaskan Spanyol tidak akan ikut serta dalam konflik yang dianggapnya ilegal. Ia menjelaskan keputusan pemerintah menolak penggunaan pangkalan militer Rota dan Moron oleh Amerika Serikat, termasuk untuk pengisian bahan bakar, terkait operasi terhadap Iran.
“Kami adalah negara berdaulat yang tidak ingin terlibat dalam perang ilegal,” katanya.
Baca Juga: Trump Ancam Putus Perdagangan dengan Spanyol karena Tolak Dukung Perang Iran
Pemerintah Spanyol juga menyiapkan paket respons ekonomi senilai 5 miliar euro untuk meredam dampak konflik, termasuk bantuan, keringanan pajak, serta perlindungan bagi rumah tangga dan pelaku usaha. Ia menyebutnya sebagai jaring pengaman sosial terbesar di Uni Eropa.
Menurutnya, dampak konflik di Timur Tengah akan langsung dirasakan masyarakat.
“Setiap bom yang jatuh di Timur Tengah pada akhirnya akan memukul dompet keluarga kita,” ujarnya.
Sanchez menegaskan dunia tidak membutuhkan perang lain yang “ilegal, absurd, dan kejam”, yang menurutnya hanya menguntungkan segelintir pihak.
Ia menambahkan sikap Spanyol sejalan dengan gelombang protes anti-perang saat invasi Irak 2003. Sejak serangan pertama terhadap Iran pada 28 Februari, pemerintah terus menyuarakan penolakan terhadap konflik tersebut.
“Kami menolak pelanggaran sepihak terhadap hukum internasional, menolak mengulangi kesalahan masa lalu, dan menolak perang,” kata Sanchez.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








