Inggris Hentikan Pembongkaran Menara Grenfell karena Polemik Jejak Tangan dan Coretan "Allahu Akbar" di Dinding

AKURAT.CO Pemerintah Inggris menghentikan sementara pembongkaran sebagian Menara Grenfell pada Selasa (3/3). Keputusan itu diambil setelah keluarga korban kebakaran mengancam menempuh jalur hukum. Mereka meminta agar dinding yang memuat jejak tangan diduga milik korban tidak dihancurkan.
Kebakaran hebat melanda gedung hunian sosial setinggi 24 lantai di kawasan barat London pada Juni 2017 dan menewaskan 72 orang. Proses pembongkaran bangunan tersebut telah dimulai sejak September tahun lalu.
Dalam kunjungan pra-pembongkaran, sejumlah keluarga menemukan bagian dinding tangga yang terdapat jejak tangan yang diyakini milik korban atau penyintas. Mereka juga menemukan tulisan berbahasa Arab bertuliskan “Allahu Akbar (God is greatest)” di lantai lain.
Sebelumnya, pemerintah menyatakan tidak akan mempertahankan bagian bangunan di atas lantai sembilan dengan alasan sensitivitas dan besarnya korban jiwa. Jejak tangan dan tulisan tersebut berada di atas batas lantai yang ditetapkan.
Pekan lalu, keluarga korban mengajukan surat praperadilan untuk meminta peninjauan kembali keputusan tersebut melalui mekanisme judicial review. Kelompok advokasi Grenfell Next of Kin (GNK) menyebut mantan Wakil Perdana Menteri Angela Rayner pada 2025 pernah menyatakan sebagian bangunan dapat dipertahankan sebagai memorial jika diinginkan komunitas.
GNK mendesak pemerintah melindungi area tersebut sambil menunggu pembahasan lanjutan bersama keluarga dan perancang memorial. Juru bicara kementerian terkait menyatakan pembongkaran di area yang disengketakan dihentikan sementara karena proses hukum yang sedang berlangsung.
Departemen hukum pemerintah menyebut area antara lantai 12 hingga 14 akan dipasangi pembatas, sementara pembongkaran tetap dilanjutkan di bagian lain gedung. Pekerjaan di lantai tersebut dihentikan hingga ada tanggapan resmi atas surat praperadilan. Sementara itu, tulisan “Allahu Akbar” di antara lantai 17 dan 18 dilaporkan telah lebih dahulu dihancurkan.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi Bahasa Inggris TKA SMA 2026 Lengkap dengan Contoh Soal
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa







