Terbesar Sepanjang Sejarah Serbia, Polisi Sita 5 Ton Ganja dari Pabrik Pedesaan

AKURAT.CO Polisi Serbia menyita lima ton ganja dalam penggerebekan sebuah perusahaan kecil bidang pertanian dan perdagangan di sebuah desa di Serbia bagian tengah. Menteri Dalam Negeri Serbia Ivica Dacic menyebut, temuan tersebut merupakan penyitaan ganja terbesar sepanjang sejarah penegakan hukum di negara itu.
Dalam operasi tersebut, polisi menangkap dua orang tersangka. Sementara satu pelaku lainnya masih buron dan dalam pengejaran aparat.
“Ini adalah penyitaan terbesar yang pernah dilakukan,” kata Dacic dalam keterangan resminya, Kamis malam. Selain ganja, polisi juga mengamankan empat senapan serbu serta satu peluncur roket antitank.
Dacic menambahkan, penyidik masih mendalami asal-usul ganja yang disita serta jaringan yang terlibat dalam produksi dan peredarannya.
Produksi ganja hingga kini masih dilarang di Serbia, meski sejumlah kelompok mendorong legalisasi untuk kepentingan medis. Dalam beberapa tahun terakhir, Serbia meningkatkan upaya pemberantasan produksi dan perdagangan narkotika seiring ambisinya bergabung dengan Uni Eropa.
Sebagian besar narkotika yang beredar di Serbia diketahui berasal dari kawasan Timur Tengah dan Amerika Latin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








