Politisi Inggris Tulip Siddiq Divonis 2 Tahun Penjara oleh Pengadilan Bangladesh

AKURAT.CO Pengadilan di Bangladesh menjatuhkan vonis dua tahun penjara secara in absentia kepada anggota parlemen Inggris dan mantan menteri, Tulip Siddiq, dalam kasus dugaan korupsi terkait alokasi lahan ilegal, Senin (1/12).
Jaksa menyatakan kasus tersebut juga menyeret mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, yang merupakan bibi Siddiq. Hasina dijatuhi hukuman lima tahun penjara, sementara saudara perempuannya, Sheikh Rehana, divonis tujuh tahun penjara dalam putusan yang sama. Ketiganya tidak hadir dalam persidangan saat vonis dibacakan.
Siddiq Sebut Proses Hukum Tidak Sah
Tulip Siddiq, yang mundur dari jabatannya sebagai Menteri Layanan Keuangan dan Pemberantasan Korupsi Inggris pada Januari 2024, mengatakan dalam pernyataan resmi bahwa proses hukum yang berlangsung “cacat dan tidak sah”.
“Hasil dari kangaroo court ini sudah dapat ditebak sejak awal dan tidak memiliki dasar keadilan,” ujarnya. Siddiq juga berharap putusan tersebut “dipandang dengan penuh penolakan”.
Pihak Partai Buruh Inggris (Labour Party) menegaskan bahwa Siddiq tidak mendapatkan akses terhadap proses hukum yang adil serta tidak pernah diberi rincian dakwaan secara lengkap. Seorang juru bicara partai menambahkan bahwa Inggris tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Bangladesh, sehingga proses hukum lintas negara sulit dilakukan.
Kasus Hukum Beruntun terhadap Sheikh Hasina
Sheikh Hasina sebelumnya melarikan diri ke India pada Agustus 2024 setelah gelombang protes besar terhadap pemerintahannya. Bulan lalu, ia dijatuhi hukuman mati atas dugaan keterlibatan dalam tindakan represif terhadap demonstran.
Pekan lalu, Hasina juga dijatuhi hukuman tambahan 21 tahun penjara dalam kasus korupsi lainnya. Partai Awami League, yang mendukung Hasina, menyebut seluruh proses tersebut sebagai upaya politis yang dijalankan oleh pemerintahan sementara di bawah pimpinan ekonom peraih Nobel, Muhammad Yunus.
Alokasi Lahan Diduga Menyimpang
Dalam kasus terbaru, jaksa menyebut ketiga terdakwa menggunakan pengaruh politik untuk memperoleh lahan seluas 13.610 kaki persegi (sekitar 1.264 meter persegi) di Dhaka. Lahan tersebut sebelumnya diperuntukkan bagi pembangunan kawasan hunian baru guna mengatasi masalah padat penduduk dan kebutuhan perumahan di ibu kota.
Ketiga terdakwa juga dijatuhi denda sekitar USD 820. Jika tidak dibayar, hukuman penjara akan ditambah enam bulan.
Selain Siddiq, Hasina dan Rehana, sebanyak 14 terdakwa lain dalam kasus yang sama dijatuhi hukuman lima tahun penjara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








