Bangladesh Tetapkan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Khaleda Zia

AKURAT.CO Pemerintah Bangladesh menetapkan tiga hari masa berkabung nasional atas wafatnya mantan Perdana Menteri Khaleda Zia. Upacara pemakaman dijadwalkan berlangsung pada 31 Desember.
Khaleda Zia meninggal pada pagi hari 30 Desember di sebuah rumah sakit, dalam usia 80 tahun.
Pemimpin pemerintahan sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, menyerukan masyarakat untuk tetap tenang dan tertib selama rangkaian prosesi duka. Ia meminta agar seluruh bentuk penghormatan, termasuk salat jenazah, dilakukan dengan disiplin di tengah situasi politik yang masih sensitif. “Saya dengan rendah hati memohon kepada semua pihak untuk menjaga ketertiban. Saya tahu emosi publik sedang sangat tinggi,” ujar Yunus.
Menurut Asif Nazrul, pejabat yang menangani portofolio hukum dalam pemerintahan sementara, salat jenazah akan dilaksanakan di depan gedung Parlemen Bangladesh setelah salat Zuhur. Usai prosesi tersebut, almarhumah akan dimakamkan di samping makam mendiang suaminya, Ziaur Rahman, presiden Bangladesh yang wafat pada 1981. Kepergian tokoh sentral ini menegaskan kembali perhatian publik internasional setelah Khaleda Zia meninggal di tengah fase transisi politik negara itu.
Bangladesh, negara berpenduduk sekitar 170 juta jiwa dengan mayoritas Muslim, masih berada dalam kondisi politik yang bergejolak sejak pemberontakan yang dipimpin mahasiswa menggulingkan Perdana Menteri Sheikh Hasina pada Agustus 2024. Kejatuhan Hasina mengakhiri pemerintahan yang dinilai otokratis selama 15 tahun dan membuka babak baru dalam sejarah politik negara tersebut.
Meski dalam kondisi kesehatan yang menurun selama bertahun-tahun dan sempat dipenjara, Khaleda Zia—yang tercatat sebagai perdana menteri perempuan pertama Bangladesh—pada November lalu menyatakan kesiapannya untuk kembali berkampanye bersama Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) menjelang pemilu yang dijadwalkan pada Februari 2026. Namun rencana tersebut pupus setelah Khaleda Zia meninggal, meninggalkan kekosongan simbolik dalam peta oposisi politik.
BNP saat ini dipandang sebagai salah satu kekuatan politik terdepan. Putra Khaleda Zia, Tarique Rahman, yang baru kembali ke Bangladesh pada 25 Desember setelah 17 tahun hidup di pengasingan, disebut-sebut sebagai kandidat kuat calon perdana menteri apabila partai tersebut memenangkan mayoritas kursi parlemen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







