Menlu Kutuk Serangan Israel ke Iran, Desak OKI Perkuat Hukum Internasional

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk memperkuat hubungan kerja sama lintas negara dan hukum internasional.
Pernyataan ini disampaikan Sugiono di tengah situasi global yang terus memanas, khususnya dengan kekerasan Israel yang terus berlanjut termasuk serangannya terhadap Iran.
"OKI harus lebih keras dan tegas memperkuat multilateralisme dan hukum internasional," desak Menlu Sugiono di depan Konferensi Tingkat Menlu (KTM) ke-51 OKI di Istanbul, Turki, Minggu (22/6/2025).
Baca Juga: Perang Iran-Israel-Amerika: Trump Klaim Serang Tiga Lokasi Nuklir, Iran Gagalkan Kekuatan Amerika
Dia juga turut menyampaikan desakan lainnya kepada OKI, antara lain perlunya mengintensifkan upaya diplomasi dan politis; desakan untuk pengakuan untuk Palestina yang lebih luas; dan pentingnya OKI bersatu dalam mereformasi sistem multilateral.
"Sebagai organisasi negara-negara Global South, OKI tidak boleh lelah dalam mendorong tata dunia yang lebih adil dan inklusif," ujarnya.
Sugiono juga kembali mengutuk serangan Israel ke Iran, dan mendesak pihak-pihak terkait untuk menahan diri dan tidak menyerah dalam berdiplomasi. Dia juga mendesak OKI untuk mengedepankan kolaborasi dan solidaritas, serta mempertahankan relevansi OKI di dunia yang terus berubah.
"Hentikan konflik antara-anggota, selesaikan perbedaan pandangan," desaknya.
Pada KTM ini, dia juga mendorong diperkuatnya kerja sama ekonomi dan pembangunan antar sesama negara OKI, khususnya dalam perdagangan, pendidikan, sains, dan hilirisasi sumber daya alam.
Baca Juga: Perang Iran-Israel: Indonesia Pulangkan 91 WNI dari Iran, 4 WNI dari Israel
KTM ke-51 OKI diketuai Menlu Turki, Hakan Fidan, selaku tuan rumah. Konferensi tahunan tersebut dihadiri 50 delegasi negara anggota OKI. Banyak delegasi hadir dipimpin menteri luar negeri seperti Arab Saudi, Azerbaijan, Jordania, Malaysia, Mesir dan Pakistan.
Di sela-sela konferensi, Menlu juga bertemu Menlu Azerbaijan, guna membicarakan penguatan hubungan bilateral dan kerja sama dalam kerangka OKI.
Kehadiran Menlu RI adalah bukti kontribusi Indonesia sebagai salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dalam membantu menyelesaikan tantangan global dan umat Islam. Indonesia adalah salah satu negara pendiri OKI pada 1969.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil








