Tanda Perpecahan Politik, Menteri di Kabinet Israel Sebut Serangan ke Gaza Gagal Total dan Minta Posisi Netanyahu Digantikan

AKURAT.CO Seorang menteri kabinet menuduh koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal total di tengah perang Gaza yang memicu teguran dari partai Likud pimpinan Netanyahu ketika perpecahan politik semakin mendalam.
Anggota Knesset Gadi Eisenkot yang juga seorang pengamat di kabinet perang, mengatakan Netanyahu telah gagal dalam bidang keamanan dan ekonomi dan menyerukan pemilihan umum pada akhir tahun.
Baca Juga: PBB: Serangan Israel di Rafah Menghentikan 67% Bantuan ke Gaza
Berbicara di sebuah konferensi, mantan panglima militer itu mengatakan Netanyahu menyesatkan warga dengan slogan-slogan kemenangan total melawan Hamas dan bukannya jujur tentang kompleksitas perang Gaza dalam delapan bulan.
“Siapapun yang mengatakan bahwa kami akan membubarkan beberapa batalion di Rafah dan kemudian mengembalikan para sandera adalah menyebarkan ilusi palsu,” katanya dikutip Kamis (30/5/2024).
“Diperlukan waktu tiga sampai lima tahun untuk menstabilkan (Gaza) dan kemudian bertahun-tahun lagi untuk membangun alternatif selain Hamas.”
Diketahui, putra bungsunya juga tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza pada bulan Desember lalu.
Baca Juga: Kenalkan Album Fortuna, BAALE Gelar Showcase di Jakarta dan Tur Sumatera
Eisenkot mengatakan Netanyahu telah gagal memenuhi janji-janji utama kampanyenya pada tahun 2022, termasuk menghentikan program nuklir Iran, meresmikan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi dan memperkuat perekonomian.
Israel sendiri melancarkan serangan udara dan darat di Gaza pada Oktober lalu dan bersumpah untuk menghancurkan kelompok militan Islam Palestina, Hamas.
Namun, para ahli meragukan apakah hal tersebut mungkin terjadi.
Menanggapi hal tersebut, Partai Likud mengatakan Eisenkot dan Menteri Kabinet Perang Israel Benny Gantz, sedang mencari alasan untuk keluar dari koalisi ketika perang sedang memuncak.
Baca Juga: VIRAL Oknum TNI di Deli Serdang Marah hingga Tendang Kepala Warga, Ternyata karena Hal Ini!
“Alih-alih mengejar kemenangan, mereka malah terlibat dalam politik kecil-kecilan,” kata Likud dalam sebuah pernyataan di Telegram.
Hal ini lantas menjadi pertikaian terbaru dalam koalisi, menimbulkan pertanyaan tentang berapa lama pemerintahan Israel pada masa perang dapat bertahan ketika Netanyahu mengabaikan tuntutan yang bertentangan dari anggota koalisi dan menghadapi pengawasan global atas perilaku perang Israel, termasuk dari sekutu utamanya, Amerika Serikat.
Lebih dari 36.000 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza dan ribuan lainnya terjebak di bawah reruntuhan.
Terbaru serangan Israel di kamp pengungsian Rafah bahkan memicu kemarahan internasional.
Sebelumnya pada bulan Mei, Gantz mengancam akan menarik partai sayap kanan-tengahnya dari koalisi darurat perdana menteri konservatif yang diperluas pada tanggal 8 Juni jika Netanyahu tidak memberikan kejelasan mengenai rencana pascaperang di Gaza.
Baca Juga: Puasa sebelum Idul Adha: Keutamaan dan Manfaatnya
Gantz telah membantu memperluas dukungan bagi pemerintah di Israel dan luar negeri, namun jika ia mundur Netanyahu masih akan menguasai mayoritas di parlemen dengan dukungan dari partai-partai ultra-nasionalis.
Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi dan mengalami bencana kemanusiaan ketika organisasi bantuan melaporkan meluasnya kekurangan gizi dan runtuhnya sistem kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9DPR Ajak Masyarakat Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan








