Balik Arah, Amerika Serikat Kini Dorong PBB Dukung Gencatan Senjata di Gaza untuk Bebaskan Sandera

AKURAT.CO Amerika Serikat merevisi kalimat dalam rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan mendukung gencatan sejata segera di Gaza.
Dalam dukungannya, AS menyebut gencatan senjata di Gaza harus dilakukan selama enam minggu bersamaan dengan pembebasan semua sandera.
Revisi ketiga dari teks (pertama kali diusulkan oleh AS dua minggu lalu) sekarang mencerminkan pernyataan blak-blakan oleh Wakil Presiden Kamala Harris.
Sebelumnya, rancangan awal AS menunjukkan dukungan untuk gencatan senjata sementara dalam perang Israel-Hamas.
Baca Juga: Profil Tisya Erni, Pedangdut yang Dituding Jadi Pelakor dan Membawa Paksa Anak WNA Korsel
AS telah memveto tiga rancangan resolusi Dewan Keamanan yang dua di antaranya menuntut gencatan senjata segera, selama perang yang telah berlangsung dalam lima bulan ini.
Baru-baru ini, AS membenarkan vetonya dengan mengatakan bahwa tindakan dewan tersebut dapat membahayakan upaya negara itu bersama dengan Mesir dan Qatar untuk menengahi jeda perang dan pembebasan sandera.
Presiden AS, Joe Biden mengatakan bahwa ada di tangan Hamas apakah akan menerima kesepakatan untuk gencatan senjata saat delegasi mengadakan pembicaraan hari ketiga tanpa tanda-tanda terobosan.
AS sendiri secara tradisional melindungi Israel di PBB, tetapi juga abstain dua kali, memungkinkan dewan untuk mengadopsi resolusi yang bertujuan untuk meningkatkan bantuan ke Gaza dan menyerukan jeda yang diperpanjang dalam pertempuran.
Sebagai pembalasan atas serangan 7 Oktober oleh Hamas, Israel meluncurkan serangan militer terhadap Hamas di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 30.000 orang Palestina dengan ribuan mayat yang dikhawatirkan hilang di tengah reruntuhan.
Baca Juga: Indonesia Diprediksi Hadapi Krisis Ekonomi Kedua Gara-gara Harga Beras Masih Mahal
Negara Paman Sam itu telah meningkatkan tekanan pada sekutunya Israel untuk lebih banyak mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza, di mana PBB telah memperingatkan bahwa seperempat dari 2,3 juta orang di daerah kantong itu berada di ambang kelaparan.
Baca Juga: Cak Imin Tak Beri Arahan Khusus ke Fraksi PKB Soal Hak Angket
Amerika Serikat telah mengatakan bahwa mereka berencana untuk memberikan waktu negosiasi pada drafnya dan tidak akan terburu-buru untuk pemungutan suara.
Untuk meloloskan, sebuah resolusi membutuhkan setidaknya sembilan suara yang mendukung dan tidak ada veto oleh AS, Prancis, Inggris, Rusia, atau Cina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







