Israel Umumkan Kekalahan Tempur Terburuknya di Gaza sejak Oktober

AKURAT.CO Israel mengumumkan kekalahan tempur terburuknya dalam lebih dari sebulan terakhir setelah penyergapan di reruntuhan Gaza.
Pertempuran sengit antara militan Hamas dan tentara Israel sedang berlangsung di Gaza utara dan selatan, sehari setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa militer akan terus bertempur meskipun ada tekanan internasional untuk melakukan gencatan senjata.
"Kami akan terus maju sampai akhir, sampai kemenangan, sampai Hamas dimusnahkan. Saya mengatakan ini di tengah penderitaan yang luar biasa dan juga di tengah tekanan internasional. Tidak ada yang akan menghentikan kita," katanya kepada para tentara di Gaza melalui radio, dikutip Kamis (14/12/2023).
Baca Juga: Dampak Konflik, Puma Akhiri Sponsorship Timnas Sepak Bola Israel Pada 2024
Israel melaporkan 10 tentaranya tewas dalam 24 jam terakhir, termasuk seorang kolonel penuh yang memimpin sebuah markas dan seorang letnan kolonel yang memimpin sebuah resimen. Hal tersebut lantas merupakan jumlah korban terburuk dalam satu hari sejak 15 tentaranya terbunuh pada 31 Oktober.
Sebagian besar kematian terjadi di distrik Shejaia, Kota Gaza di bagian utara, di mana pasukan disergap saat mencoba menyelamatkan sekelompok tentara lain yang telah menyerang pejuang Hamas di sebuah bangunan.
Hamas mengatakan peristiwa tersebut menunjukkan bahwa pasukan Israel tidak akan pernah bisa menaklukkan Gaza.
"Semakin lama Anda tinggal di sana, semakin besar tagihan kematian dan kerugian Anda dan Anda akan keluar dari sana dengan membawa kekecewaan dan kerugian, insya Allah," ungkap Hamas.
Baca Juga: Gaza: Serangan Israel Sebabkan Kelaparan hingga Kerusakan Sosial
Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi, Kepala Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan bahwa pengaturan masa depan di Gaza tanpa Hamas adalah khayalan.
Amerika Serikat Tunda Penjualan Senapan
Israel mendapat simpati dunia ketika memulai kampanye untuk memusnahkan Hamas.
Namun sejak saat itu, Israel telah mengepung Gaza dan membuat sebagian besar daerah itu hancur.
Dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza bahwa setidaknya 18.608 orang telah terbunuh, 50.594 orang terluka dalam serangan Israel di Gaza dan ribuan lainnya dikhawatirkan hilang dalam reruntuhan atau di luar jangkauan ambulans.
Sedikitnya 288 pengungsi di tempat penampungan yang dikelola oleh badan pengungsi Palestina PBB telah terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober.
Melihat hal tersebut, Pemerintahan Biden menunda penjualan lebih dari 20.000 senapan buatan AS ke Israel karena kekhawatiran akan meningkatnya serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








