Gaza: Serangan Israel Sebabkan Kelaparan hingga Kerusakan Sosial

AKURAT.CO Warga Palestina serta badan-badan bantuan internasional mengatakan bahwa ketertiban umum hancur karena kelaparan yang menyebar di Gaza, sehingga memicu kekhawatiran akan eksodus massal ke Mesir pada Senin (11/12/2023).
Seperti diketahui, Gaza telah berada di bawah blokade penuh Israel sejak dimulainya konflik lebih dari dua bulan lalu dan perbatasan dengan Mesir adalah satu-satunya jalan keluar.
Penduduk Gaza lalu mengatakan bahwa mustahil untuk menemukan tempat berlindung atau bahkan makanan, di daerah yang padat penduduknya itu, dengan sekitar 18.000 orang telah terbunuh dan konflik dengan Israel yang semakin meningkat.
Baca Juga: Hamas: Ada Sandera Terbunuh dalam Upaya Penyelematan di Gaza
Menurut penduduk Gaza, orang-orang yang dipaksa mengungsi berulang kali sekarat karena kelaparan dan kedinginan akibat pengeboman.
Mereka menceritakan rasa keputusasaan terhadap truk-truk bantuan dan harga-harga bahan pokon yang melambung tinggi.
"Adakah di antara kita yang menduga bahwa rakyat kita akan mati kelaparan, apakah pernah terlintas di benak siapa pun sebelumnya?" ujar Rola Ghanim, di antara sekian banyak orang yang mengungkapkan kebingungannya di media sosial.
Carl Skau, wakil direktur eksekutif Program Pangan Dunia PBB, mengatakan truk-truk bantuan berisiko dihentikan oleh penduduk jika mereka melambatkan laju kendaraan di persimpangan jalan.
Sambil menambahkan bahwa setengah penduduk Gaza mengalami kelaparan akibat pengeboman Israel.
"Setengah dari populasi kelaparan, sembilan dari 10 orang tidak makan setiap hari," katanya.
Hal tersebut lantas dibuktikan dengan seorang warga Gaza yang mengatakan bahwa ia tidak makan selama tiga hari dan harus mengemis roti untuk anak-anaknya.
"Saya berpura-pura kuat tapi saya takut saya akan pingsan di depan mereka kapan saja," katanya, menolak untuk disebutkan namanya karena takut akan pembalasan.
Setelah gagalnya gencatan senjata selama seminggu pada 1 Desember, Israel memulai serangan darat di selatan pekan lalu dan sejak itu mendesak dari timur ke jantung kota Khan Younis, dengan pesawat-pesawat tempur yang menyerang sebuah daerah di sebelah barat.
Pada hari ini, para militan dan beberapa penduduk mengatakan bahwa telab mencegah tank-tank Israel bergerak lebih jauh ke barat dan bentrok dengan mereka di Gaza utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








