Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Mendagri Kawal Ketat Penyaluran Anggaran

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, terus mengawal penyaluran dan percepatan realisasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) kepada kementerian/Lembaga terkait.
Langkah tersebut untuk memastikan anggaran yang telah disetujui pemerintah dapat segera direalisasikan menjadi program pemulihan di lapangan.
Tito menyatakan bahwa percepatan penyaluran anggaran menjadi perhatian karena waktu pelaksanaan program tahun ini semakin terbatas.
"Pemerintah telah menetapkan dukungan anggaran rehab-rekon pascabencana Sumatera yang dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan 33 kementerian/lembaga," katanya, dalam Rapat Satgas PRR Pascabencana Sumatera Terkait Progres Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Ruang Rapat Posko Satgas PRR, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Menurut Tito, sebagian besar kementerian dan lembaga utama telah memperoleh persetujuan anggaran dan mulai bergerak melaksanakan program di daerah terdampak bencana.
Baca Juga: Kemendagri Minta Bantuan Presiden Rp200 Miliar untuk Korban Gempa NTT Segera Disalurkan
Namun, masih terdapat sejumlah kementerian/lembaga yang anggarannya belum disetujui karena memerlukan kelengkapan dokumen pendukung dan rincian program lebih jelas.
"Jadi, tolong bagi rekan-rekan PIC (penanggung jawab) yang belum approve ini prestasi rekan-rekan. Adalah bagaimana caranya bisa menggolkan ini dengan menunjukkan, meyakinkan dokumennya lengkap,” ujarnya.
Guna mempercepat proses tersebut, Tito meminta jajaran Posko Satgas PRR bersama para PIC kementerian/lembaga melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan.
Koordinasi diperlukan agar setiap kendala pengajuan dapat segera diselesaikan.
Di sisi lain, Tito meminta kementerian dan lembaga yang anggarannya telah disalurkan untuk segera melaksanakan program.
Ia menyebutkan sejumlah program rehab-rekon yang saat ini telah berjalan seperti di sektor pekerjaan umum, pendidikan, kesehatan, kelautan dan perikanan, pertanian, lingkungan hidup, agama, kehutanan, serta pemberdayaan UMKM.
Selain mengawal, Satgas PRR juga memastikan dukungan anggaran kepada pemerintah daerah digunakan untuk menangani dampak bencana.
"Pemda terdampak sebelumnya memperoleh berbagai tambahan dukungan anggaran, salah satunya Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun," ujarnya.
Tito menegaskan bahwa tambahan anggaran tersebut harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan yang belum dapat dijangkau oleh pemerintah pusat.
"Fokusnya adalah masalah-masalah kebencanaan," katanya.
Baca Juga: Beras Naik di 120 Daerah, Kemendagri: Pemda Jangan Sampai Kecolongan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









