IPO Bank Jakarta, Pramono Anung Targetkan Basis Nasabah Lebih Luas

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Jakarta mendorong Bank Jakarta untuk melantai di bursa melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menilai langkah ini akan memperluas basis nasabah Bank Jakarta sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja dan tata kelola perseroan.
Menurutnya, Bank Jakarta tidak seharusnya hanya bergantung pada pemprov sebagai nasabah utama. Kepercayaan publik menjadi kunci agar bank milik daerah itu mampu bersaing dan tumbuh lebih sehat.
"Kalau perusahaan ini sudah bisa membangun trust-nya, maka yang menjadi nasabah utamanya itu bukan lagi Pemerintah DKI Jakarta. Yang menjadi nasabahnya adalah publik," jelas Pramono, dalam rapat kerja Bank Jakarta di Hotel Pullman, Podomoro City, Jakarta Barat, pada pekan lalu.
Ia menyebut kepercayaan merupakan fondasi utama dalam dunia usaha dan perbankan. Tanpa kepercayaan, sebuah entitas bisnis sulit berkembang secara berkelanjutan.
"Apapun sebagai entitas bisnis, orang kalau dengan Bank Jakarta itu harus trust, harus percaya. Kata kunci dari dunia usaha, dunia bisnis itu adalah trust," ujar Pramono.
Pramono juga menilai IPO akan membuka ruang pengawasan yang lebih luas dan transparan. Ia berpandangan, pengawasan publik jauh lebih sehat dibandingkan ketergantungan pada figur pimpinan di Balai Kota.
"Daripada perusahaan ini hanya bergantung pada individu top-nya yang ada di Balai Kota yang namanya gubernur, maka lebih baik yang mengawasi itu publik," katanya.
Menurut Pramono, pengawasan publik akan meminimalkan potensi intervensi pemerintah daerah dalam pengelolaan bank.
"Kalau yang mengawasi publik, maka akan menjadi jauh lebih sehat. Dan itulah yang benar-benar saya harapkan," katanya.
Selain Bank Jakarta, Pramono mengungkapkan terdapat BUMD lain yang disiapkan untuk IPO. Ia menargetkan proses tersebut dapat terlaksana paling lambat akhir tahun ini atau awal tahun depan.
"Maka ada dua BUMD, tahun depan mungkin akan bertambah lagi. Yang pertama tentunya Bank Jakarta, yang kedua adalah PAM Jaya," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menyatakan perseroan telah menyiapkan langkah konkret menuju IPO. Ia menyebut, rencana itu menjadi bagian dari agenda transformasi dan akselerasi pertumbuhan Bank Jakarta.
"Bank Jakarta melakukan persiapan IPO sebagai bagian dari rencana transformasi dan peningkatan kredibilitas serta tata kelola korporasi," ujarnya.
Pada tahap awal, manajemen Bank Jakarta akan mengusulkan penyesuaian anggaran dasar kepada Pemprov Jakarta, khususnya terkait peningkatan modal dasar agar sesuai dengan kebutuhan korporasi menjelang IPO.
"Salah satu langkah yang akan kami usulkan kepada Pemprov DKI Jakarta adalah penyesuaian Anggaran Dasar Bank Jakarta, khususnya terkait usulan peningkatan modal dasar," kata Agus.
Ia menegaskan, proses tersebut membutuhkan dukungan penuh dari Pemprov Jakarta serta payung hukum yang jelas berupa Peraturan Daerah. Ia memastikan, seluruh kajian awal dan naskah akademis telah disiapkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
"Arahan dan dukungan Bapak Gubernur akan sangat menentukan kelancaran tahapan persiapan ini. Untuk kajian dan naskah akademis juga sudah kami selesaikan," jelas Agus, dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah






